Dubes India Ucapkan Selamat untuk HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 17 Agu 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 17 Agu 2020, 08:00 WIB
Jokowi dan PM Modi Main Layang-Layang di Monas
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan maskot Asian Games 2018 kepada PM India Narendra Modi di Lapangan Monas, Jakarta, Rabu (30/5). Awalnya, Jokowi bersama PM Modi melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75 dirayakan pada Senin 17 Agustus 2020. Negara sahabat mengucapkan selamat atas HUT RI tersebut, salah satunya India.

Ucapan selamat dari India itu disampaikan Duta Besar India untuk RI Pradeep Kumar Rawat.

Berikut kutipan lengkap ucapan selamat HUT ke-75 kemerdekaan Indonesia yang disampaikan oleh Dubes Kumar, sebagaimana dimuat Liputan6.com, Senin (17/8/2020):

"Saya dengan senang hati menulis artikel ini tentang kesempatan baik pada Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75. Inilah kesempatan negara memperingati perjuangan para Bapak Bangsa Indonesia mematahkan belenggu penjajahan untuk memproklamasikan kemerdekaan dan meletakkan dasar Republik Indonesia modern yang kita saksikan saat ini," jelas Kumar.

"Sejarah bersama kolonialisme antara Indonesia dan India membuat kedua bangsa kita sangat dekat pada abad terakhir."

"Para pendiri kedua negara kita bekerja sama dengan erat, berbagi ide dan strategi, dan mendapatkan inspirasi dari perjuangan satu sama lain. India menjadi tuan rumah Konferensi Hubungan Asia di New Delhi pada tahun 1947, mempertemukan para pemimpin dari 29 negara untuk mengekspresikan solidaritas dengan perjuangan kemerdekaan di bagian lain Asia dan membina kerja sama di antara orang-orang Asia, yang merupakan penegasan awal identitas Asia."

"Pentingnya India melekat pada Indonesia dapat dilihat dari fakta bahwa Presiden Indonesia Sukarno adalah Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik pertama India pada tahun 1950. Sejarah bersama ini menjadi panggung bagi kepemimpinan kita dalam urusan global."

"Demikian pula, Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Bandung tahun 1955 yang mempertemukan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka. Bersama-sama, kita membantu menulis bab penutup kolonialisme dan urutan pembukaan Gerakan Non Blok, yang menjalin ikatan kerja sama Selatan-Selatan dan solidaritas Afro-Asia," ujar Dubes India itu.

2 dari 5 halaman

Hubungan Diplomatik Indonesia - India

Jokowi dan PM Modi Main Layang-Layang di Monas
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PM India, Narendra Modi bermain layang-layang di halaman Monas, Jakarta, Rabu (30/5). Keduanya melakukan perayaan 70 tahun hubungan bilateral secara simbolik dengan saling membawa layangan. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

"Hubungan diplomatik India-Indonesia mungkin baru berusia lebih dari 70 tahun. Tetapi tujuh dekade keterlibatan ini telah menghubungkan kembali rakyat India dan Indonesia, dan menyulut kembali persahabatan yang ditempa melalui hubungan peradaban yang sama, perjuangan bersama melawan kolonialisme dan upaya menuju kemajuan dan kemakmuran," kata Dubes Kumar.

"Hubungan India dengan Indonesia telah berlangsung lebih dari dua milenium. Ditempa dalam perdamaian dan persahabatan, agama dan budaya, seni dan perdagangan, bahasa dan sastra, hubungan yang langgeng ini sekarang hadir di setiap aspek keanekaragaman yang luar biasa di India dan Asia Tenggara, memberikan selubung kenyamanan dan keakraban yang unik di antara orang-orang kita."

"Baik itu Bali Jatra tahunan yang dirayakan di Odisha atau legenda Ramayana dan Mahabharata, yang terlihat di seluruh lanskap Indonesia. Pedagang sufi dan misionaris Islam dari Gujarat membawa Islam ke Indonesia pada abad ke-13. Bahasa dan sastra serta bentuk seni Ikat dan Batik yang tak lekang oleh waktu memperkuat keterkaitan ini. Perdagangan dan perdagangan tumbuh subur antara kedua negara kita. Ikatan antara dua masyarakat kita menyebabkan berkembangnya budaya unik dengan gen toleransi, anti kekerasan, dan kasih sayang yang sama. 'Unity in Diversity' atau Bhinneka Tunggal Ika juga merupakan aspek kunci dari struktur nilai masyarakat bersama yang dirayakan oleh kedua negara, serta nilai-nilai umum demokrasi dan supremasi hukum."

"Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi pada Mei 2018 merupakan peristiwa penting dalam hubungan bilateral kita, di mana para pemimpin kedua negara kita memutuskan untuk memperkuat kerja sama kita di semua bidang dengan membentuk Kemitraan Strategis Komprehensif Baru dan membawa hubungan bilateral kita menjadi era baru."

"Keterlibatan terfokus dengan Asia Tenggara telah menjadi ciri utama pemerintah kita. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi kontak intensif antara India dan Indonesia di tingkat kepemimpinan dan perkembangan pesat hubungan bilateral di bidang politik, keamanan, pertahanan, komersial dan budaya, yang selanjutnya diperkuat oleh Kebijakan 'Act East' di India," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Soal Indo Pasifik

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di sela KTT G20, Sabtu (29/6/2019).
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di sela KTT G20, Sabtu (29/6/2019). (foto: Biro Pers Setpres)

"Kawasan Indo-Pasifik, semakin dilihat sebagai jalur konektivitas - sebagian besar perdagangan dunia melewati lautan ini. Dengan diadopsinya ASEAN Outlook on Indo-Pacific tahun lalu, fokusnya sekarang adalah mengembangkan arsitektur keamanan sentris ASEAN yang baru di kawasan ini. Indonesia sebagai salah satu negara terbesar, negara demokrasi paling beragam, dan ekonomi terbesar di kawasan ASEAN memiliki peran penting dalam hal ini," kata Dubes Kumar.

"India berbagi ruang laut Samudra Hindia dengan Indonesia. 'Visi Bersama India- Kerja Sama Maritim Indonesia di Indo-Pasifik' sesuai dengan konsep SAGAR - 'Keamanan dan Pertumbuhan untuk Semua di Kawasan' - dan Kebijakan Poros Maritim Presiden Joko Widodo. Meningkatkan konektivitas antara India dan Indonesia merupakan kunci strategis prioritas untuk kedua negara kita. Kemajuan signifikan yang kita buat dalam meningkatkan konektivitas antara Kepulauan Andaman & Nicobar di India dan Provinsi Aceh di Indonesia merupakan indikator penting dalam hal ini."

"Dalam tiga tahun terakhir saya di Indonesia, saya dapat merasakan energi dan dinamisme keterlibatan kita. Lusinan mekanisme kerja sama bilateral lainnya yang telah kita bangun di berbagai bidang seperti keamanan, kontra-terorisme, perdagangan, energi, dan pertanian adalah bukti lebih lanjut tentang arah hubungan kita ini."

"Terdapat banyak persamaan dan konvergensi antara kedua negara kita dalam hal faktor makroekonomi dan demografi. Kita adalah salah satu ekonomi terbesar dan di antara dua ekonomi besar yang tumbuh paling cepat di abad ini. Kita memiliki kekuatan dan potensi untuk berkembangnya populasi muda dan dinamis. Di India, lebih dari 800 juta orang di bawah usia 35 tahun sangat ingin membawa India ke perjalanan ekonomi baru."

"Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekonomi yang besar; sebuah potensi yang tidak luput dari perhatian masyarakat global. Indonesia - ekonomi terbesar di Asia Tenggara - mengandung sejumlah karakteristik yang menempatkan negara ini pada posisi yang baik untuk mengumpulkan momentum lebih lanjut dalam pembangunan ekonomi."

"Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia juga merupakan salah satu mitra dagang terbesar India di kawasan ini. Dalam pertemuan para Pimpinan kita di sela-sela forum multilateral tahun 2019, mereka memberikan mandat yang jelas untuk membangun kemitraan ekonomi dan pembangunan yang kuat yang memperkuat arus modal, perdagangan, masyarakat dan gagasan antara India dan Indonesia. Mereka juga sepakat untuk mengidentifikasi potensi saling melengkapi di mana kedua negara dapat bekerja sama untuk keuntungan bersama," jelasnya. 

4 dari 5 halaman

Pandemi COVID-19 dan Masa-Masa Sulit

Jokowi dan PM Modi Main Layang-Layang di Monas
Perbesar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri India, Narendra Modi berjabat tangan seusai membuka tirai peringatan HUT hubungan diplomasi Indonesia-India di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (30/5). (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

"India dan Indonesia, sebagai negara berkembang yang besar, memiliki banyak tantangan yang sama dalam ketahanan pangan, kesehatan, teknologi, infrastruktur dll. Terutama, pada saat dimulainya pandemi COVID-19 telah menimbulkan tantangan baru dalam mewujudkan tujuan pembangunan kita. Penting bagi kedua negara kita untuk menghasilkan solusi inovatif yang bertujuan meminimalkan gangguan pada perdagangan dan logistik," kata Kumar.

"India siap bekerja sama dengan Indonesia untuk mengatasi masa-masa sulit ini. Saya senang mencatat bahwa pandemi ini tidak memperlambat laju kerja sama kita secara keseluruhan."

"Sebagai sahabat dalam kemakmuran dan pertumbuhan, kita juga menghadapi tantangan ini melalui upaya kolaboratif dan bersama."

"Hubungan ribuan tahun antara kedua negara dan rakyat kita telah matang sampai pada taraf dimana sekarang terdapat peningkatan besar dalam hubungan bilateral kita. Hubungan antar masyarakat terus berkembang membangun hubungan peradaban kita. Baik India maupun Indonesia bekerja sama di berbagai bidang seperti budaya dan seni, sastra, media, dan pemuda untuk mendekatkan masyarakat kedua negara kita."

"Sebagai negara berwawasan ke depan yang didorong oleh aspirasi dan harapan populasi muda kita, kita sangat sejalan satu sama lain. Berada di puncak Abad Asia, kawasan ini membutuhkan kekuatan peradaban seperti India dan Indonesia untuk tidak hanya tumbuh dan muncul sebagai ekonomi utama tetapi juga untuk bekerja sama secara erat untuk membentuk abad dan menghadirkan gagasan perdamaian dan kemakmuran bagi kawasan dan dunia," tutup sang dubes.

5 dari 5 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓