Darurat COVID-19, Melbourne Lockdown Tahap 4 dan Wajib Jam Malam 6 Pekan

Oleh Hariz Barak pada 02 Agu 2020, 19:32 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 19:38 WIB
FOTO: Selamat Hari Perawat Internasional 2020
Perbesar
Seorang wanita memandangi mural yang menggambarkan petugas kesehatan dengan sayap memegang bola dunia pada Hari Perawat Internasional di Melbourne,Australia, Selasa (12/5/2020). Petugas medis menghadapi risiko besar di tengah pandemi virus corona COVID-19 seperti sekarang ini. (William WEST/AFP)

Liputan6.com, Melbourne - Negara Bagian Victoria, Australia telah mengumumkan keadaan darurat bencana virus corona COVID-19. Sementara kota Melbourne menetapkan lockdown tahap 4 termasuk pemberlakuan jam malam wajib selama enam pekan.

Polisi dan tentara, yang diberikan tambahan kewenangan, akan melakukan penegakan kebijakan jam malam, yang berlaku dari 20.00 - 05.00 waktu setempat, demikian seperti dikutip dari 9News, Minggu (2/8/2020).

Selain pemberlakuan jam malam, Melbourne juga menerapkan pembatasan bepergian, penutupan industri dan pertokoan non-esensial, hingga menetapkan kembali pembelajaran jarak jauh.

"Hanya satu orang yang dapat berbelanja sekali sehari dan mereka perlu mengamankan barang dan jasa yang Anda butuhkan dalam radius 5 km," kata Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews pada Minggu 2 Agustus 2020 waktu setempat.

"Dalam hal olahraga atau rekreasi bebas, sekarang tidak lagi diizinkan. Anda hanya dapat memiliki satu jam waktu olahraga, tidak lebih dari 5 km dari rumah Anda. Itu berarti udara segar. Anda bisa joging atau berjalan. Hanya di lingkungan Anda," lanjutnya.

Soal jam malam, Andrews menambahkan, "Polisi akan berpatroli dan Anda akan diperiksa, apakah Anda keluar secara sah dan tidak melanggar jam malam itu."

"Pergi ke tempat kencan, mengunjungi teman-teman, keluar dan bepergian tanpa alasan hanyalah akan menyebarkan virus ini."

Andrews mengatakan dia akan menguraikan hukuman untuk pelanggar jam malam pada briefing besok, tapi denda AU$ 10.000 disiapkan.

Siswa sekolah, yang sebelumnya telah melakukan belajar tatap muka, akan kembali bersekolah jarak jauh dari rumah.

Kebijakan teranyar dipicu 671 kasus baru virus corona yang tercatat di Victoria akhir pekan ini --rekor terburuk kedua di negara bagian itu-- dan tujuh kematian lainnya. Beberapa kasus sulit untuk dilakukan contact tracing, 9News melaporkan. Sementara masyarakat sudah merasa puas diri dan lengah terhadap protokol kesehatan virus corona.

2 dari 3 halaman

Optimis Namun Itu Tidak Cukup

F1 Australia Batal Digelar Karena Virus Corona COVID-19
Perbesar
Tim berdiri di luar lapangan sebelum Formula 1 Australia Grand Prix dibatalkan di Melbourne, Jumat (13/3/2020). Pembatalan F1 Australia menjadi lanjutan dari keputusan Mclaren yang sudah menyatakan mundur dari balapan. (Peter PARKS/AFP)

Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Bret Sutton mengatakan bahwa kebijakan sekarang "memiliki pesan yang keras dan jelas," setelah sebelumnya orang-orang merasa cepat puas dengan protokol kesehatan yang lalu.

Sutton mengatakan dia tidak bisa menjamin tahap empat akan membendung pandemi, tetapi dia optimis.

"Saya berharap ini akan menandai perbedaan yang signifikan dengan berapa banyak transmisi yang terjadi," kata Prof Sutton.

"Ini adalah langkah penting dan ini adalah langkah yang sangat luas dan mendalam. Jadi saya benar-benar dapat melihat kasus berkurang."

"Tetapi dalam hal jaminan, pemerintah dan layanan publik tidak dapat membuat jaminan."

Dia memperkirakan 20.000 kasus telah dicegah selama periode tersebut sejak tahap ketiga telah diberlakukan.

"Tapi itu tidak cukup," kata Sutton.

Tujuh kematian baru membuat angka kematian Australia menjadi 209. Kematian itu termasuk tiga wanita berusia 70-an, dua wanita berusia 80-an, satu pria berusia 90-an dan satu wanita berusia 90-an.

Dari kematian itu, enam terhubung dengan perawatan lansia.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓