Peneliti Menemukan Tata Surya Berisi 7 Planet Mirip Bumi

Oleh Hariz Barak pada 02 Agu 2020, 19:31 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 19:31 WIB
Ilustrasi planet alien Kepler-186f yang diyakini sebagai kembaran Bumi (NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)
Perbesar
Ilustrasi planet alien Kepler-186f yang diyakini sebagai kembaran Bumi (NASA Ames/SETI Institute/JPL-Caltech)

Liputan6.com, California - Para ilmuwan suka berdebat dan menyelidiki kemungkinan kehidupan di planet ekstrasurya --planet yang terletak di luar tata surya kita. Hal itu didorong oleh kemungkinan temuan peradaban alien yang cerdas dan langka, atau sebagai opsi alternatif hunian manusia di masa depan.

Baru-baru ini, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh astrobiolog Stephen Kane dari University of California, Riverside berhasil mengolah data dan menemukan bahwa beberapa bintang berpotensi menampung sebanyak tujuh planet mirip Bumi di sebuah sistem ekstrasurya nun jauh di sana.

Kane --yang sebelumnya menyelidiki kemungkinan eksomitasi layak huni-- telah mempelajari sistem tata surya Trappist-1 yang menarik, tempat tinggal beberapa planet mirip Bumi yang terletak di zona layak huni bintang di mana air cair bisa ada.

"Ini membuat saya bertanya-tanya tentang jumlah maksimum planet yang dapat dihuni yang mungkin dimiliki oleh sebuah bintang, dan mengapa tata surya kita hanya memiliki satu," kata Kane dalam rilis resmi UC Riverside, Jumat 31 Juli 2020, dikutip dari CNET (2/8/2020). 

Para peneliti menciptakan model komputer tata surya dan menjalankan simulasi pada interaksi planet selama rentang waktu yang besar. Data mengungkapkan bahwa bintang seperti matahari dapat mendukung hingga enam planet dengan air cair, sementara beberapa bintang lainnya dapat menangani hingga tujuh planet.

 

2 dari 3 halaman

Tapi...

Ilustrasi planet ekstrasurya LHS 3844b, yang mungkin memiliki permukaan berbatu mirip dengan bulan Bumi. (NASA / JPL-Caltech / R. Hurt (IPAC))
Perbesar
Ilustrasi planet ekstrasurya LHS 3844b, yang mungkin memiliki permukaan berbatu mirip dengan bulan Bumi. (NASA / JPL-Caltech / R. Hurt (IPAC))

Tapi, jika sistem bintang itu kemudian ditemukan memiliki lebih dari tujuh planet, maka, planet-planet itu akan menjadi terlalu dekat dan dapat mengacaukan orbit satu sama lain.

Kane kemudian mencontohkan hipotesisnya itu pada kehadiran Jupiter dan penyebabnya bagi kehidupan di Tata Surya ini.

"Kehadiran Jupiter bisa menjadi penyebab utama mengapa tata surya kita minim dengan planet yang ramah kehidupan," kata Kane, yang menambahkan, "ukuran Jupiter dan dampaknya pada orbit planet lain di tata surya kita menjadi alasan mengapa planet layak huni kita begitu sepi."

Sementara data menunjukkan sistem yang penuh kehidupan bisa ada, peneliti sejauh ini melihat sangat sedikit bintang yang tampaknya memiliki beberapa planet dalam zona layak huni mereka. Bintang-bintang lain ini sangat jauh, sehingga penjelajahan untuk memeriksa tanda-tanda kehidupan akan tidak memungkinkan.

Tim Stephen Kane menerbitkan temuannya dalam The Astronomical Journal pekan ini. Studi itu dapat membantu membimbing para astronom dalam mencari eksoplanet layak huni, dengan fokus utama pada sistem bintang dengan koleksi planet yang lebih kecil.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓