Polisi India Selidiki Kasus 80 Orang yang Tewas Akibat Miras Ilegal

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 02 Agu 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 16:00 WIB
Polisi negara bagian Punjab saat berbicara kepada media di distrik Tarn Taran pada 1 Agustus 2020, setelah puluhan orang meninggal karena mengkonsumsi miras ilegal beracun (AFP Photo/NARINDER NANU)
Perbesar
Polisi negara bagian Punjab saat berbicara kepada media di distrik Tarn Taran pada 1 Agustus 2020, setelah puluhan orang meninggal karena mengkonsumsi miras ilegal beracun (AFP Photo/NARINDER NANU)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 80 orang tewas setelah meminum minuman keras ilegal beracun di negara bagian Punjab, India, menurut pihak berwenang setempat dan suatu laporan pada 1 Agustus. 

Menurut laporan Press Trust of India, kematian pada para korban itu terjadi di tiga distrik di negara bagian utara di India dan polisi telah menangkap 25 orang. 

Sebanyak 11 orang telah tewas di distrik Gurdaspur, menurut pernyataan seorang pejabat kepada AFP.

Selain itu, laporan Press Trust pada 1 Agustus juga mengatakan bahwa minuman keras ilegal itu telah merenggut 12 nyawa warga distrik Amritsar dan 63 lainnya di Tarn Taran.

Kematian lain juga dicurigai dalam beberapa hari terakhir, tetapi tidak dapat dibuktikan karena jenazah-jenazah itu telah dikremasi tanpa pemeriksaan post-mortem.

Penyelidikan khusus pun telah diperintahkan atas kematian tersebut dan "siapa pun yang ditemukan bersalah tidak akan bisa lepas," kata Kepala Menteri negara Bagian Punjab Amarinder Singh, demikian seperti dikutip dari AFP, Minggu (2/8/2020).

2 dari 3 halaman

Penangkapan Terhadap Salah Satu Pihak Tersangka

Tentara Paramiliter India Bersenjata Jaga Lockdown COVID-19
Perbesar
Seorang polisi India (kanan) memblokade sebuah jalan saat penerapan karantina wilayah (lockdown) guna membendung penyebaran pandemi COVID-19 di Kota Srinagar, ibu kota musim panas Kashmir yang dikuasai India (26/7/2020). (Xinhua/Javed Dar)

Salah satu tersangka telah meninggal di distrik Amritsar setelah mengkonsumsi minuman keras ilegal dan istrinya juga telah ditangkap karena menjual alkohol, menurut surat kabar Indian Express.

Kemunculan kasus ini terjadi setelah pihak berwenang di negara bagian selatan Andhra Pradesh mengatakan pada 31 Juli bahwa sembilan orang telah meninggal setelah meminum hand sanitizer berbasis alkohol.

Karena adanya pembatasan selama lockdown untuk mencegah Virus Corona di India, para korban meminum hand sanitizer sebagai pengganti alkohol. 

Setiap tahunnya, ratusan orang meninggal di India karena alkohol beracun yang dibuat di tempat penyulingan dan dijual seharga 10 rupee (Rp 2.000) per liter.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓