Update 2 Agustus: 17 Juta Orang di Dunia Positif COVID-19, 10 Juta Sembuh

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 02 Agu 2020, 12:05 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 12:07 WIB
Imbas Virus Corona, Afghanistan Perketat Bandara
Perbesar
Petugas kesehatan mengenakan alat pelindung menunggu untuk memeriksa penumpang selama penyaringan pelancong dari China, di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan (3/2/2020). Jumlah korban akibat virus corona melonjak menjadi 426 orang. (AP Photo/Rahmat Gul)

Liputan6.com, Jakarta - Infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada hari Minggu per pukul 10.44 WIB telah mencapai 17.793.532 kasus. 10.502.127 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE

Jumlah kesembuhan pasien Corona COVID-19 paling besar kini tercatat di Brasil, mencapai 2.037.982.  

Amerika Serikat tercatat sebagai negara yang memiliki kasus infeksi terbesar mencapai 4.620.239 dengan 1.461.885 pasien pulih.

Saat ini, Brasil, India, Rusia, dan Afrika Selatan tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah Amerika Serikat, menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Minggu (2/8/2020). 

Jumlah kasus infeksi Corona COVID-19 terbesar kedua tercatat di Brasil, mencapai 2.707.877 kasus. 

Pasien Corona COVID-19  terbesar ketiga tercatat di India, sebanyak 1.695.988 kasus dengan 1.094.374 orang pulih.

Jumlah terbesar keempat sekarang tercatat di Rusia, dengan 843.890 orang dinyatakan positif mengidap Virus SARS-CoV-2, dan 645.315 pulih. 

Pasien positif Corona COVID-19 di Afrika Selatan kini tercatat sebagai kelima terbesar, yakni sebanyak 503.290 kasus dengan 342.461 orang pulih.

Dikutip dari Channel News Asia, Komisi Kesehatan China mengatakan bahwa negara tersebut telah China melaporkan 49 kasus Virus Corona per 1 Agustus, yang naik dari 45 kasus sehari sebelumnya. 

Menurut pernyataan dari Komisi Kesehatan Nasional China, dari infeksi baru itu, 30 kasus berada di wilayah barat jauh Xinjiang, 3 di provinsi timur laut Liaoning, dan 16 lainnya merupakan kasus impor. 

Selain itu, Negeri Tirai Bambu tersebut juga melaporkan 20 kasus baru tanpa gejala, yang jumlahnya turun 23 dari hari sebelumnya.

Per 1 Agustus, China memiliki total 84.385 kasus Virus Corona yang dikonfirmasi, kata otoritas kesehatan. Sementara angka kematian karena virus itu tetap tercatat sebanyak 4.634 jiwa.

2 dari 4 halaman

Vietnam Laporkan 4 Kasus Baru Corona COVID-19

Urumqi Kampanyekan Sanitasi Cegah Virus Corona di Xinjiang
Perbesar
Petugas mendisinfeksi jalan di Urumqi, Daerah Otonomi Xinjiang, China barat laut, Rabu (4/3/2020). Urumqi mengampanyekan sanitasi di seluruh kota guna mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). (Xinhua/Wang Fei)

Pada 2 Agustus, Kementerian Kesehatan Vietnam melaporkan 4 kasus baru Virus Corona, termasuk 2 kasus yang lokal dan 2 kasus impor.

Secara total, Vietnam telah memiliki total infeksi Virus Corona sebanyak 590 kasus, di mana 144 infeksi terkait dengan wabah baru-baru ini di Kota Danang.

Sementara itu, negara tersebut juga telah mencatat 3 kematian akibat Virus Corona, demikian menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Vietnam.

Pihak berwenang setempat juga menyatakan bahwa Danang berencana untuk menggelar tes untuk virus itu bagi seluruh populasi kota yang sebanyak 1,1 juta orang. 

Menurut Kementerian Kesehatan Vietnam, sebanyak 800.000 pengunjung ke Danang telah bepergian ke bagian lain di negara itu sejak 1 Juli, menambahkan bahwa lebih dari 41.000 orang telah mengunjungi tiga rumah sakit di kota itu sejak itu.

Sejak 25 Juli, Pejabat medis lokal di Danang juga telah melakukan 8.247 tes Virus Corona di kota Tersebut, ketika cluster terbaru pertama kali terdeteksi. Pihak berwenang setempat pun telah mengumumkan bahwa kapasitas pengujian akan ditingkatkan menjadi 8.000-10.000 per hari.

Selain itu, di kota-kota lainnya,Virus Corona juga telah terdeteksi di Hanoi, Ho Chi Minh, yang berkaitan dengan Danang.

Otoritas ibukota Hanoi mengatakan bahwa sejak 30 Juli, pihaknya telah melakukan sekitar 49.000 tes, setelah kota itu memerintahkan pengujian massal untuk semua orang yang baru saja kembali dari Danang. 

Vietnam telah mempersiapkan kemungkinan penularan di antara masyarakat yang lebih luas, setelah negara tersebut melaporkan kasus pertamanya pada bulan Januari, kata perwakilan WHO di Vietnam, Dr. Kidong Park, kepada Reuters.

Dr. Kidong Park menyampaikan dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, "Pemerintah selalu bertekad untuk memastikan bahwa para warganya dilindungi dari COVID-19 dengan menjaga jumlah kasus yang relatif rendah di Vietnam dan mengendalikan transmisi dalam komunitas," demikian seperti dikutip dari Channel News Asia.

3 dari 4 halaman

Kematian Akibat Corona COVID-19 di Dunia Tercatat 684.075 Jiwa

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Mengutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah kematian karena Virus Corona COVID-19 secara global tercatat sebanyak 684.075 jiwa. Terus bertambah setiap hari.

Dalam data peta penyebaran Virus Corona COVID-19 tersebut kini ada 188 negara dan wilayah yang terjangkit. Sementara menurut worldometers .info/coronavirus/#countries sudah mencapai 213 negara -- termasuk dua international conveyances.

Angka kematian karena Virus Corona COVID-19 paling besar tercatat di Amerika Serikat, yang mencapai 154.360 jiwa. 

Total kematian terbesar selanjutnya kini berada di Brasil, sebanyak 93.563 jiwa, lalu Meksiko mencatat kematian sebanyak 47.472  jiwa.

Jumlah kematian di Inggris tercatat 46.278 jiwa. Sementara jumlah pasien meninggal karena Virus Corona COVID-19 di India tercatat  36.511 jiwa.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓