WHO Desak Negara di Dunia Terapkan Prioritas Perjalanan Internasional Penting

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 31 Jul 2020, 13:57 WIB
Diperbarui 31 Jul 2020, 13:57 WIB
Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Perbesar
Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dok: Twitter @WHO

Liputan6.com, Washington, D.C - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, negara-negara di dunia harus secara bertahap mencabut langkah-langkah perjalanan internasional berdasarkan penilaian risiko yang menyeluruh dan harus memprioritaskan perjalanan penting untuk keadaan darurat.

WHO merekomendasikan bahwa prioritas harus diberikan pada perjalanan penting untuk keadaan darurat, tindakan kemanusiaan, perjalanan personil penting, dan pemulangan, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (31/7/2020).

Lonjakan infeksi baru di banyak bagian dunia telah memaksa banyak negara menerapkan kembali beberapa pembatasan perjalanan.

WHO sekarang telah mendesak setiap negara untuk melakukan analisis risiko-manfaatnya sendiri dan memutuskan prioritasnya, sebelum melanjutkan perjalanan internasional.

Dalam nasehat perihal perjalanan terbarunya, WHO mengatakan negara-negara harus mempertimbangkan epidemiologi lokal dan pola penularan, kesehatan nasional dan tindakan sosial yang sudah ada.

Jika negara memilih untuk mengkarantina semua penumpang pada saat kedatangan, mereka harus melakukannya setelah menilai risiko tersebut dan mempertimbangkan keadaan setempat, kata WHO.

Tidak ada "risiko nol" ketika mempertimbangkan potensi impor atau ekspor kasus dalam perjalanan internasional.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Negara Diminta Berbuat Banyak

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Awal pekan ini, WHO mengatakan bahwa larangan perjalanan internasional tidak dapat tetap di tempatnya tanpa batas waktu, dan negara-negara harus berbuat lebih banyak untuk mengurangi penyebaran Virus Corona baru di dalam perbatasan mereka.

Ia mengatakan bulan lalu bahwa ia akan memperbarui pedoman perjalanannya menjelang liburan musim panas di belahan bumi utara.

Sebelumnya pada bulan Juli, pihaknya mendesak para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat dan tetap mendapatkan informasi saat kasus Corona COVID-19 melonjak lagi di beberapa negara.

Panduan WHO sebelumnya untuk para pelancong telah memasukkan saran seperti menjaga jarak sosial, mencuci tangan dan menghindari menyentuh mata, hidung atau mulut Anda.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by