Kasus Baru Corona COVID-19 Kian Naik, Malaysia Rencana Bakal Lockdown Lagi

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 28 Jul 2020, 10:21 WIB
Diperbarui 28 Jul 2020, 11:18 WIB
Malaysia Lockdown Nasional hingga 31 Maret 2020
Perbesar
Sejumlah warga mengenakan masker karena kekhawatiran penyebaran virus corona COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/3/2020). Malaysia memberlakukan lockdown nasional karena melonjaknya jumlah kasus virus corona COVID-19. (Syaiful REDZUAN/AFP)

Liputan6.com, Kuala Lumpur- Pemerintah Malaysia berencana akan memberlakukan kembali kebijakan lockdown jika jumlah kasus baru Corona COVID-19 bertambah hingga lebih dari 100 per hari.

Pengumuman tentang rencana diberlakukannya kebijakan itu disampaikan oleh menteri yang bertanggung jawab menangani wabah Virus Corona di Malaysia pada 26 Juli.

Saat ini, Malaysia tengah berada di tahap pemulihan dan tidak lagi menerapkan Movement Order Control (MCO) atau Perintah Kawalan Pegerakan. Sebagian besar aktivitas bisnis dan ekonomi dapat beroperasi kembali dengan menerapkan langkah-langkah protokol kesehatan.

Namun, dalam sepekan terakhir, kasus baru harian Corona COVID-19 kembali meningkat.

Kantor berita Bernama melaporkan pernyataan Menteri Pertahanan dan Menteri Senior Malaysia Ismail Sabri Yaakob kepada wartawan di Kelantan, "Jika mencapai tiga digit, kami tidak punya pilihan selain menerapkan kembali MCO dan kami akan melihat."

Pada 25 Juli, Malaysia mencatat sebanyak 23 kasus Virus Corona, 21 kasus pada 24 Juli, 9 kasus pada 23 Juli, dan 16 kasus pada 22 Juli. 

Sejumlah kasus-kasus baru tersebut muncul setelah Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan nol kasus transmisi lokal pada 1 Juli sejak Maret, dan hanya memiliki satu kasus baru non lokal.

"Saya mengerti bahwa jika MCO ditegakkan kembali, itu akan membuat hal-hal sulit bagi semua pihak, termasuk kita yang ingin bekerja dan sebagainya, tetapi langkah ini harus diambil," katanya, seperti dikutip oleh kantor berita nasional.

Menurut Ismail, salah satu faktor kemunculan kasus baru adalah bagaimana masyarakat yang sudah lupa tentang risiko yang dapat disebabkan oleh Corona COVID-19 dan langkah pencegahan dari penularan. 

"Ini karena publik sudah lupa apa yang perlu dilakukan ketika kita meringankan MCO sehingga jumlah kasus mulai meningkat lagi," kata Ismail. 

Malaysia terakhir kali melaporkan lebih dari 100 kasus dalam sehari pada 4 Juni, Menurut data yang dikumpulkan dari Malaysiakini. Pada hari tersebut, mendapati hingga 277 kasus Corona COVID-19, demikian seperti dikutip dari Straits Times, Selasa (28/7/2020).

2 dari 3 halaman

Penerapan MCO Pada Awalnya

Malaysia Lockdown Nasional hingga 31 Maret 2020
Perbesar
Sebuah kolam publik ditutup karena kekhawatiran penyebaran virus corona COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/3/2020). Malaysia memberlakukan lockdown nasional dimulai pada 18 Maret hingga 31 Maret 2020. (Syaiful REDZUAN/AFP)

Malaysia menerapkan MCO pada 18 Maret, di mana sebagian besar wilayah di negara itu di-lockdown selama lebih dari tiga bulan dalam upaya mengurangi jumlah kasus harian Virus Corona COVID-19.

Selama pemberlakukan MCO, sebagaian besar warga diizinkan untuk keluar hanya untuk membeli keperluan bahan makanan, atau obat-obatan, dan hanya pekerja penting seperti mereka yang bekerja di rumah sakit dan supermarket yang diizinkan untuk keluar rumah setiap hari.

Hingga pada 10 Juni --setelah perpanjangan masa lockdown, Malaysia melonggarkan kebijakan MCO, hampir semua sektor sosial, pendidikan, agama, bisnis, dan ekonomi diizinkan untuk melanjutkan operasi secara bertahap.

Perjalanan antara 13 negara bagian di Malaysia juga diizinkan untuk dilanjutkan pada saat itu.

Namun, Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa saat langkah-langkah MCO dilonggarkan, pihak berwenang telah menangkap sebanyak 617 orang karena berbagai kasus pelanggaran.

20 di antara mereka dalam penanganan oleh polisi untuk investigasi dan 597 dibebaskan dengan denda.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓