Pria yang Ditahan Terkait Kebakaran Katedral di Nantes Prancis Dibebaskan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 20 Jul 2020, 08:31 WIB
Diperbarui 20 Jul 2020, 10:24 WIB
Petugas pemadam kebakaran tengah berupaya untuk memadamkan kobaran api di Katedral Saint Pierre et Saint Paul, Nantes, Prancis barat, Sabtu (18/7/2020). (Photo credit: AP Photo/Romain Boulanger)
Perbesar
Petugas pemadam kebakaran tengah berupaya untuk memadamkan kobaran api di Katedral Saint Pierre et Saint Paul, Nantes, Prancis barat, Sabtu (18/7/2020). (Photo credit: AP Photo/Romain Boulanger)

Liputan6.com, Nantes- Seorang sukarelawan yang ditahan karena dimintai keterangan tentang insiden kebakaran di Katedral Saint Pierre et Saint Paul di Nantes, Prancis, dilaporkan telah dibebaskan tanpa tuduhan.

Sukarelawan berkebangsaan Rwanda (39 tahun) itu diketahui bertanggung jawab untuk mengunci bangunan tersebut sehari sebelum insiden kebakaran terjadi.

Pria tersebut dibebaskan pada Minggu malam, menurut jaksa umum Nantes, Pierres Sennès. 

Menurut Sennès, pihak berwenang ingin memperjelas ketidakkonsistenan dan menyebut pemeriksaan itu sebagai "prosedur normal".

Mulanya, Sennès menyatakan bahwa kebakaran diyakini terjadi secara sengaja, sementara tiga titik di lokasi kejadian sedang dalam penyelidikan. 

Seorang pengacara untuk pengungsi, Quentin Chabert, mengatakan pada saat penahanan, bahwa tidak ada "Dalam tahap ini bahwa klien saya berhubungan dengan kebakaran itu," dan penyelidikan harus berjalan "dengan menghormati hak-hak semua pihak dan khususnya hak-hak klien saya."

Adapun keterangan lainnya yang didapatkan dari seorang pegawai lain di katedral tersebut.

Ia adalah Jean-Charles Nowak, yang mengatakan kepada surat kabar Prancis Le Figaro, bahwa pria itu merupakan "petugas" yang "sangat menderita di Rwanda" dimana ia meninggalkan negara tersebut beberapa tahun lalu. 

Ia menambahkan, bahwa pria tersebut telah mendiskusikan perpanjangan visanya dengan pejabat lokal.

"Aku tidak percaya sedetik pun bahwa dia bisa membakar katedral. Ia mencintai tempat itu," ujar Jean-Charles Nowak. 

Kebakaran yang terjadi di katedral di Nantes pada 19 Juli itu, menghancurkan kaca jendela dan organ, demikian seperti dikutip dari BBC, Senin (20/7/2020).

2 dari 3 halaman

Upaya Pemadaman Api di Katedral Tuai Pujian

Ilustrasi kebakaran. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi kebakaran. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sekitar 100 petugas pemadam kebarakan yang dikerahkan telah berhasil memadamkan kobaran api di katedral itu.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex pun turut memberikan pujian kepada para petugas pemadam kebakaran tersebut, dengan memuji "profesionalisme, keberanian, dan pengendalian diri" mereka.

Kebakaran di katedral di Nantes itu pun datang setelah lebih dari setahun insiden yang serupa terjadi dan nyaris menghancurkan Notre-Dame di Paris.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pada awal bulan ini bahwa Notre Dame akan dibangun kembali seperti semula, yang menandai akhir dari spekulasi bahwa bangunan ikonik tersebut akan diubah dengan model yang lebih modern.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓