Bantu Pasien COVID-19, Pakistan Luncurkan Ventilator Perdana Produksi Lokal

Oleh Liputan6.comTanti Yulianingsih pada 08 Jul 2020, 07:02 WIB
Diperbarui 08 Jul 2020, 07:02 WIB
Pakistan Usai Pelonggaran Lockdown
Perbesar
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan lalu lintas di jalan setelah pemerintah melonggarkan penguncian nasional (lockdown) di Karachi, Senin (18/5/2020). Pelonggaran dilakukan kendati Pakistan mengalami kenaikan jumlah orang yang terinfeksi virus corona sejak lockdown diberlakukan. (Asif HASSAN/AFP)

Liputan6.com, Karachi - Pakistan  kini meluncurkan ventilator produksi lokal pertama. Kabarnya untuk ditempatkan di rumah-rumah sakit guna merawat pasien terinfeksi Virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (8/7/2020), jumlah kasus Corona COVID-19 di negara itu bertambah menjadi hampir 232 ribu orang.

Pandemi Corona COVID-19 telah menewaskan lebih dari 4.000 orang sejak akhir Februari lalu, sewaktu wabah mulai merebak di negara berpenduduk 220 juta orang tersebut.

Namun sejauh ini, para pejabat telah melaporkan penurunan terus menerus dalam hal jumlah pasien baru dan kematian akibat Virus Corona baru selama sepekan ini.

PM Imran Khan hari Senin 6 Juli meresmikan unit produksi itu dan menyerahkan kelompok pertama ventilator portable SafeVent SP100 ke badan manajemen bencana nasional setempat.

Fasilitas di Haripur, kota di bagian utara Pakistan, memiliki kapasitas produksi hingga 300 ventilator per bulan.

Sebuah pernyataan resmi mengutip Khan yang menyebut produksi itu sebagai "pencapaian penting" bagi Pakistan, yang telah lama dikritik karena mengimpor pasokan medis, termasuk ventilator, meskipun negara itu telah mengembangkan senjata nuklir yang canggih.

Sistem layanan kesehatan Pakistan disebut-sebut selama puluhan tahun menderita karena ditelantarkan, kekurangan dana dan korupsi di mana-mana yang menyebabkan biaya rumah sakit mahal di sektor swasta.

2 dari 3 halaman

WHO Sempat Paksa Pakistan Lockdown Kembali

Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)
Perbesar
Kepala WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus (AFP)

Sejumlah anggota parlemen dan pejabat pemerintah di Pakistan telah dites positif untuk Corona COVID-19, ketika jumlah infeksi nasional mengalami kelonjakan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip dari VOA Indonesia, kemudian mendesak Pakistan agar memberlakukan putaran baru lockdown. Melihat adanya lonjakan kasus baru dalam beberapa hari terakhir di negara itu.

Beberapa anggota legislatif nasional dan provinsi juga termasuk di antara hampir 2.300 warga Pakistan yang meninggal setelah tertular Virus Corona COVID-19.

Larangan untuk menghadiri sidang parlemen diberikan oleh Ketua Majelis Nasional untuk anggotanya, kecuali mereka sudah dites dan hasilnya positif Virus Corona COVID-19.

Perwakilan WHO Palitha Mahipala, dalam surat kepada otoritas kesehatan di Punjab, negara bagian terbesar di Pakistan, merekomendasikan lockdown berkala, yaitu pemberlakuan berselang-seling setiap dua pekan, dan untuk melipatgandakan kapasitas pengujian pada Corona COVID-19 menjadi 50.000 tes per hari.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓