Kabar Buruk, Lapisan Salju di Italia Berubah Warna Jadi Pink

Oleh Tanti Yulianingsih pada 07 Jul 2020, 18:10 WIB
Diperbarui 07 Jul 2020, 18:10 WIB
Gletser atau lapisan es dari salju Di Mauro berubah warna menjadi pink atau merah muda. (AFP)
Perbesar
Gletser atau lapisan es dari salju Di Mauro berubah warna menjadi pink atau merah muda. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Gletser atau lapisan es dari salju di pegunungan Italia berubah menjadi merah muda. Dan itu bukan kabar baik.

"Gletser di Italia berubah menjadi merah muda karena ganggang - suatu perkembangan yang akan membuat es mencair lebih cepat," kata seorang ilmuwan yang mempelajari fenomena tersebut seperti dikutip dari laporan CNN, Selasa (7/7/2020). 

Salju pink telah muncul di Presena Glacier atau gletser Presena di Italia utara, kata peneliti Biagio Di Mauro, dari Institute of Polar Sciences di National Research Council Italia, kepada CNN, Senin 6 Juli.

Sementara watermelon snow atau salju berwarna seperti semangka, seperti yang kadang-kadang dikenal, cukup umum di Pegunungan Alpen pada musim semi dan musim panas. Salju telah lebih banyak tahun ini.

Ketika Di Mauro pergi ke gletser pada hari Sabtu untuk menyelidiki, "ada ganggang salju yang cukup mengesankan," katanya. Dia mengatakan kepada CNN bahwa dia percaya ganggang bernama Chlamydomonas nivalis bertanggung jawab atas perubahan warna menjadi pink.

Musim semi dan musim panas ini telah menyaksikan turunnya salju dan suhu atmosfer yang tinggi, kata Di Mauro. "Ini menciptakan lingkungan yang sempurna bagi ganggang untuk tumbuh," imbuhnya.

Ganggang mekar adalah berita buruk bagi kesehatan gletser, karena salju yang lebih gelap menyerap lebih banyak energi, yang berarti ia mencair lebih cepat.

"Ini benar-benar buruk untuk gletser," kata Di Mauro.

Fenomena ini sangat umum terjadi tahun ini, kata Di Mauro, yang berencana untuk mempelajarinya secara lebih rinci untuk mengetahui konsentrasi ganggang dan memetakannya menggunakan data satelit.

2 dari 3 halaman

Ganggang Lain

Ilustrasi longsor salju (iStock)
Perbesar
Ilustrasi longsor salju (iStock)

Di Mauro sebelumnya telah mempelajari gletser Morteratsch di Swiss, di mana ganggang bernama Ancylonema nordenskioeldii telah mengubah es menjadi ungu. Ganggang ini juga telah ditemukan di Greenland barat daya serta di Andes dan Himalaya.

Gletser di seluruh dunia mencair sebagai akibat dari perubahan iklim. Pada Oktober 2019, penelitian mengungkapkan gletser di Swiss telah menyusut 10% dalam lima tahun terakhir, tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam lebih dari satu abad pengamatan.

Di Antartika, raksasa Denman Glacier telah menciut hampir tiga mil dalam 22 tahun terakhir, menurut penelitian yang diterbitkan pada bulan Maret.

Jika mencair sempurna, permukaan laut akan naik hampir lima kaki, kata para peneliti.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Ini:

Lanjutkan Membaca ↓