India Bakal Uji Coba Vaksin Virus Corona COVID-19 ke Manusia Mulai Juli

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 01 Jul 2020, 13:22 WIB
Diperbarui 01 Jul 2020, 13:24 WIB
20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto
Perbesar
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Liputan6.com, Hyderabad - Relawan di India akan mulai diimunisasi dengan vaksin Virus Corona COVID-19 buatan lokal pada bulan Juli ini. 

Mengutip BBC, Rabu (1/7/2020), sejumlah orang yang dipilih secara acak akan menerima vaksin, sebagai bagian dari uji coba oleh perusahaan yang berbasis di Hyderabad, yaitu Bharat Biotech.

Tes pada hewan menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan memicu respons imun yang efektif.

Uji coba itu menjadi salah satu di antara banyak percobaan yang sedang digarap di seluruh dunia. Hingga kini, ada sekitar 120 program vaksin yang sedang berjalan. 

Ini adalah vaksin buatan India pertama dan dikembangkan dari jenis virus yang diisolasi secara lokal dan melemah di bawah kondisi laboratorium.

Otoritas pengontrol obat di India telah mengizinkan Bharat Biotech untuk mengadakan uji klinis manusia Tahap 1 dan 2 setelah "perusahaan menyerahkan hasil yang dihasilkan dari studi praklinis. Langkah tersebut guna menunjukkan keamanan dan respons imun.

2 dari 4 halaman

Dikembangkan di India

Ilustrasi bendera India (AFP Photo)
Perbesar
Ilustrasi bendera India (AFP Photo)

Dua uji coba dirancang untuk menguji apakah vaksin itu aman, dan bukan apakah vaksin tersebut akan efektif.

Jenis virus yang didapat secara lokal berperan penting dalam proses pengembangan vaksin dengan cepat, kata perusahaan itu.

"Perbedaan antara strain yang ada secara global adalah sesuatu yang masih diteliti," kata juru bicara pembuat vaksin.

Vaksin ini disebut Covaxin dan telah dikembangkan secara lokal bekerja sama dengan Institut Nasional Virologi India dan Dewan Penelitian Medis India, menurut Dr Krishna Ella, ketua Bharat Biotech.

Perusahaan tersebut, yang telah memberikan lebih dari 4 miliar dosis vaksin di seluruh dunia, telah mengembangkan vaksin untuk H1N1 dan rotavirus sebelumnya. 

Terlepas dari Bharat Biotech, Zydus Cadilla juga tengah bekerja pada dua vaksin, sementara Biological E, Indian Immunologicals, dan Mynvax masing-masing juga ikut mengembangkan vaksin. Empat atau lima vaksin buatan sendiri sedang dalam tahap awal pengembangan.

Serum Institute of India yang berbasis di Pune, pembuat vaksin terbesar di dunia dengan jumlah dosis yang diproduksi dan dijual secara global, juga bermitra untuk memproduksi secara massal vaksin yang sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan didukung oleh pemerintah Inggris.

3 dari 4 halaman

India Sebagai Produsen Obat Generik

India adalah salah satu produsen obat generik dan vaksin terbesar di dunia.

India telah menjadi rumah bagi setengah lusin pembuat vaksin utama, membuat dosis untuk penyakit seperti polio, meningitis, pneumonia, rotavirus, BCG, campak, gondong dan rubela, di antara penyakit lainnya.

Sebagian besar ahli berpikir vaksin Virus Corona baru kemungkinan akan tersedia pada pertengahan 2021, sekitar 12-18 bulan setelah virus baru, yang dikenal secara resmi sebagai Sars-CoV-2, pertama kali muncul.

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓