Saeed bin Ahmed Al Lootah, Pendiri Bank Syariah Pertama di Dunia Tutup Usia

Oleh Tommy Kurnia pada 30 Jun 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 30 Jun 2020, 10:38 WIB
Pendiri Bank Syariah pertama: Saeed Bin Ahmed Al Lootah
Perbesar
Pendiri Bank Syariah pertama: Saeed Bin Ahmed Al Lootah. Dok: Wapres Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed @HHShkmohd

Liputan6.com, Dubai - Tokoh bisnis Uni Emirat Arab, Saeed bin Ahmed Al Lootah, wafat pada usia 97 tahun. Di negaranya, Saeed dikenal sebagai pendiri bank syariah pertama di dunia. 

Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA, Sheikh Mohammed, memberikan ucapan bela sungkawanya di Twitter. Ia menyebut Saeed sebagai sosok bijaksana dan sukses dari bawah. 

"Hari ini, Haji Saeed Ahmed Lootah meninggal dunia. Ia mendirikan bank syariah pertama di dunia. Ia adalah seorang saudagar dengan hasil usaha sendiri. Sentuhannya terlihat dalam berbagai aspek dari ekonomi Dubai," ujar Sheikh Mohammad seperti dikutip dari Gulf News, Selasa (30/6/2020).

Putra mahkota UEA, Sheikh Hamdan, juga memuji Saeed yang memadukan kepemimpinannya di bidang bisnis dengan aktivitas kemanusiaan.

Khaleej Times melaporkan Saeed mendirikan Dubai Islamic Bank pada 1975 untuk membantu bisnis-bisnis dengan sistem keuangan berdasarkan ajaran syariah. 

Sebelum sukses di bidang keuangan, Saeed aktif di bisnis kelautan, kemudian ia mendirikan S.S. Lootah Contracting Company bersama saudara laki-lakinya pada 1956. 

Kini, S.S. Lootah grup bergerak di bidang keuangan, real estate, hingga energi.

Tak hanya fokus di bank syariah, Saeed juga menggunakan uangnya untuk membantu para yatim-piatu.

Saeed juga terkenal di bidang pendidikan. Ia mendirikan Islamic Education School pada 1983 dan Dubai Medical College for Girls pada 1986. 

Pada 1992, Saeed mendirikan College of Pharmacology di Dubai, dan selanjutnya ia juga memprakarsai Dubai Centre for Environmental Research, the Dubai Specialised Medical Centre, dan Medical Research Labs yang meneliti tumbuhan obat dan pengobatan Islami.

2 dari 3 halaman

Wapres Ma'ruf Harap Bank Syariah Ambil Bagian dalam Pemulihan Ekonomi

Wapres Ma'ruf Amin Tutup Rakornas Indonesia Maju
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin memberikan pidato sekaligus menutup Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut untuk mensinergikan program-program pemerintah pusat dengan daerah. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan rapat, sekaligus silaturahmi dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO). Dalam obrolan ringan tersebut, Wapres Ma'ruf berharap ada peran serta para ekonom syariah dalam pemulihan ekonomi bangsa di masa transisi menuju normal baru seperti sekarang.

"Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan masyarakat tetapi juga pada sektor ekonomi. Pemerintah berharap bank syariah turut memainkan peran dalam pemulihan ekonomi di Indonesia," kata Wapres Maruf Amin melalui video conference di kediaman dinas Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, melalui siaran pers diterima, Rabu, 10 Juni 2020.

Wapres menilai, masa transisi merupakan momen tepat bagi bank syariah dan juga lembaga keuangan syariah untuk berperan melakukan upaya pemulihan sehingga perlu disiapkan program-program yang lebih realitis.

Wapres menjelaskan, bahwa pemerintah perhatian pemerintah awalnya fokus pada penanggulangan Covid-19 di sektor kesehatan, dan saat ini baru masuk ke sektor ekonomi secara perlahan.

"Ancaman ekonomi sama besarnya dengan kesehatan pada pandemi Covid-19, sehingga langkah yang dilakukan adalah menghadapi dan menanggulangi dua-duanya,” jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓