Begini Wangi Angkasa Luar dalam Bentuk Parfum

Oleh Liputan6.com pada 30 Jun 2020, 17:21 WIB
Diperbarui 30 Jun 2020, 17:21 WIB
Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART NASA dan LICIACube Badan Antariksa Italia (ASI) sebelum menabrak asteroid Didymos. (NASA / Johns Hopkins APL / Steve Gribben)
Perbesar
Ilustrasi pesawat ruang angkasa DART NASA dan LICIACube Badan Antariksa Italia (ASI) sebelum menabrak asteroid Didymos. (NASA / Johns Hopkins APL / Steve Gribben)

Liputan6.com, Jakarta - Bagaimana wangi atau aroma berada di angkasa luar?

Parfum baru besutan Steve Pearce mungkin bisa jadi jawaban untuk pertanyaan di atas. Wewangian baru yang disebut Eau de Space digadang-gadang membawa aroma angkasa luar kembali ke Bumi.

Kickstarter baru-baru ini meluncurkan parfum Eau de Space, menawarkan aroma angkasa luar untuk digunakan oleh manusia di Bumi.

Kickstarter adalah platform pendanaan untuk proyek kreatif.

Menurut manajer produk Matt Richmond, parfum unik ini dikembangkan oleh Steve Pearce yang merupakan ahli kimia dari Omega Ingredients. Sebuah perusahaan yang berfokus pada "penciptaan rasa dan bahan alami berkualitas tinggi, didorong oleh sumber asli untuk industri makanan dan minuman.

NASA dikabarkan telah mengontak Steve Pearce pada tahun 2008 untuk mengembangkan aroma angkasa luar.

"Untuk membuat wangi parfum unik ini, Pearce membutuhkan setidaknya empat tahun," kata Richmond seperti yang dikutip dari CNN, Senin (29/6/2020).

2 dari 2 halaman

Aroma Digunakan untuk Membantu Astronaut Terbiasa Pergi ke Angkasa Luar

Astronot
Perbesar
Ilustrasi Astronot Bermain Game (sumber: pixabay)

Menurut Kickstarter, parfum Eau de Space ini diciptakan untuk para astronaut agar terbiasa sebelum pergi ke angkasa luar sesungguhnya. NASA bertujuan untuk menghilangkan potensi kejutan yang mungkin dihadapi atau dialami oleh astronot di angkasa luar angkasa.

"Ini seperti bau dari pistol, tepat setelah Anda menembak," Peggy Whitson, seorang astronot dan mantan warga International Space Station (Stasiun Luar Angkasa Internasional) mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara tahun 2002 tentang bau ruang. "Kupikir baunya seperti aroma pahit selain sensasi asap dan terbakar."

Richmond mengatakan bahwa dia telah berjuang untuk menggambarkan bagaimana aroma angkasa luar itu.

"Astronot menggambarkan aroma itu sebagai campuran bubuk mesiu, steak seared, raspberry dan rum."

Tujuan utama perusahaan menciptakan Eau de Space adalah untuk meningkatkan minat dalam pembelajaran STEM untuk siswa K-12 melalui apa yang disebut Richmond "eksperimen pendidikan."

Dia berharap Eau de Space akan memulai diskusi, dengan orangtua, guru dan ilmuwan dengan topik aroma angkasa luar. Richmond mengungkap bahwa mereka sedang mencari cara untuk mengeluarkan aroma yang disebut Smell of the Moon berdasarkan terinspirasi dari Eau de Space.

Reporter: Yohana Belinda

Lanjutkan Membaca ↓