Militer China Uji Coba Vaksin Corona COVID-19 ke Manusia

Oleh Tommy Kurnia pada 25 Jun 2020, 12:52 WIB
Diperbarui 25 Jun 2020, 12:52 WIB
Dalam lawatannya ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Xi Jinping mengusulkan konsep Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road
Perbesar
Dalam lawatannya ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013, Presiden Xi Jinping mengusulkan konsep Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 atau 21st Century Maritime Silk Road

Liputan6.com, Beijing - Institut militer China telah mendapat persetujuan untuk melakukan uji vaksin Virus Corona COVID-19 kepada manusia. Dengan ini, China punya total delapan kandidat vaksin.

Dilaporkan Channel News Asia, Kamis (25/6/2020), vaksin ini dikembangkan oleh Akademi Sains Militer (Academy of Military Science atau AMS). AMS masih terafiliasi dengan militer China.

Vaksin mereka disetujui untuk melakukan uji coba ke manusia oleh Administrasi Produk Medis Nasional di China. Komponen vaksin Virus Corona ini seluruhnya berasal dari dalam negeri.

"Bahan-bahan mentah inti dan peralatannya semuanya diproduksi secara domestik, dan penambahan kapasitas produksi yang cepat dapat dicapai," ujar Qin Chengfeng, peneliti yang ikut pengembangan vaksin ini.

Vaksin ini dinamakan ARCoV dan memakai teknologi mRNA. Cara itu juga digunakan oleh kandidat vaksin yang dikembangkan oleh Moderna Inc di Amerika Serikat dan CureVac di Jerman, tetapi belum pernah dicoba di China.

Otoritas pengujian vaksin di China menyebut vaksin dari militer akan mulai diuji pada Kamis ini. Pengembangan vaksin ini disponsori oleh Yunnan Walvax Biotechnology dan Suzhou Abogen Biosciences.

Sebelumnya, AMS juga mengembangkan vaksin lain bersama CanSino Biologics. Kandidat vaksin itu dinamakan Ad5-nCoV dan sedang berada dalam fase 2 uji klinis di China dan akan mulai uji coa ke manusia di Kanada.

Berdasarkan data CoronaTracker, total kasus Virus Corona di China berjumlah 83.449 kasus. Sebanyak 4.634 orang meninggal dunia dan 78.443 pasien sembuh.

2 dari 3 halaman

9,4 Juta Orang di Dunia Positif Corona COVID-19

Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Saat ini infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai 9.405.800 kasus. 4.729.423 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE

Jumlah kesembuhan pasien Corona COVID-19 paling besar kini tercatat di Amerika Serikat, yang mencapai 656.161 dan Brasil dengan 653.258 orang pulih. 

Amerika Serikat tercatat sebagai negara yang memiliki kasus infeksi terbesar mencapai 2.380.452. 

Saat ini, Brasil, Rusia, India dan Inggris tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah Amerika Serikat, menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Kamis (25/6/2020). 

Jumlah kasus infeksi Corona COVID-19 terbesar kedua tercatat di Brasil, mencapai 1.188.631 kasus. 

Pasien Corona COVID-19 terbesar ketiga tercatat di Rusia, sebanyak 606.043 kasus dengan 368.222 orang pulih.

Jumlah terbesar keempat sekarang tercatat di India, dengan 456.183 orang dinyatakan positif mengidap Virus SARS-CoV-2, dan 258.685 pulih. 

Pasien positif Corona COVID-19 di Inggris kini tercatat sebagai kelima terbesar, yakni sebanyak 308.336 kasus dengan 1.345 orang pulih.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓