5 Hal yang Akan Berubah Drastis Jika Anda Tinggal di Angkasa Luar

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 24 Jun 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 28 Jun 2020, 17:15 WIB
Ilustrasi astronot
Perbesar
Ilustrasi astronot (NASA)

Liputan6.com, Jakarta - Hidup di angkasa luar selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, tentu bukan hal yang mudah. Harus rela berpisah dengan keluarga hingga teman terdekat.

Sebab, kehidupan para astronaut di Bumi dan di ruang angkasa sangatlah berbeda. Ada banyak hal yang harus mereka sesuaikan.

Mulai dari pola makan, proses BAB hingga tidur. Namun, ada hal lain yang benar-benar berubah dari kehidupan normal mereka selama di Bumi.

Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Senin (28/1/2019), berikut 4 hal yang benar-benar berubah apabila Anda tinggal di ruang angkasa:

 

2 dari 6 halaman

1. Kecepatan

Ilustrasi Astronot Kembar (iStockphoto)
Perbesar
Semula astronot Scoot dan Mark Adalah Saudara Kembar. Namun, Status Kembar Langsung Hilang Begitu Scoot Turun ke Bumi. Mereka pun Tidak Lagi Jadi Anak Kembar (iStock)

Bukan rahasia umum lagi, jika gravitas mempengaruhi kecepatan di ruang angkasa. Seperti contoh, puing-puing bergerak dengan kecepatan sangat cepat atau bahkan lambat sehingga otak kita hampir tidak bisa memahaminya.

Jutaan sampah kecil yang mengorbit Bumi, yang kita sebutkan sebelumnya. Mereka bergerak dengan kecepatan rata-rata 35.500 kilometer (22.000 mil) per jam.

Dengan kecepatan setinggi itu, Anda tidak akan pernah melihat objek datang. Lubang-lubang misterius hanya akan muncul di struktur terdekat.

Tahun lalu, seorang astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional mengambil foto sebuah lubang di panel surya besar stasiun itu. Lubang itu hampir pasti merupakan dampak dari salah satu serpihan kecil ini, mungkin hanya berdiameter satu atau dua milimeter.

Tapi jangan khawatir, NASA mengantisipasi tabrakan seperti ini, dan pelindung pada lambung stasiun dibangun untuk menahan dampak seperti itu.

 

3 dari 6 halaman

2. Bersendawa

Astronot
Perbesar
Ilustrasi Astronot Bermain Game (sumber: pixabay)

Dalam kondisi normal, gravitasi menyebabkan cairan mengumpul di bagian bawah perut Anda, sementara gas naik ke atas.

Karena tidak ada gravitasi di ruang angkasa untuk mewujudkan hal ini, para antariksawan cenderung mengalami hal yang disebut sebagai "bersendawa basah."

Sendawa basah ini akan keluar dari tubuh lewat sejumlah cairan, lantaran tak ada gravitasi yang juga mempengaruhi kondisi perut. Karena itu, Internasional Stasiun Luar Angkasa tidak menyediakan minuman berkarbonasi.

 

4 dari 6 halaman

3. Olahraga

Ilustrasi astronot.
Perbesar
Ilustrasi astronot. (iStockphoto)

Cara orang melakukan olahraga di Bumi dan di ruang angkasa sangatlah berbeda. Jika Anda jarang olahraga di Bumi mungkin akan terasa biasa saja.

Namun, jangan sekali-kali tidak olahraga apabila Anda sedang berada di angkasa luar. Sebab, otot astronaut akan berhenti berkembang apabila tidak berolahraga.

Oleh sebabnya, para astronaut perlu berolahraga jauh lebih banyak daripada manusia yang tinggal di Bumi. Selain mengalami gangguan perkembangan otot, tulang-tulang mereka juga akan cepat keropos jika tidak olahraga.

5 dari 6 halaman

4. Kuman

Astronot
Perbesar
Ilustrasi Astronot Bermain Game (sumber: pixabay)

Bayangkan betapa terkejutnya para astronaut ketika mengirim sampel salmonella ke ruang angkasa, bakteri itu malah berkembang tujuh kali lebih mematikan daripada di Bumi.

Ini tampaknya merupakan berita yang meresahkan bagi kesehatan astronaut. Tetapi itu membuat para ilmuwan mencari cara untuk mengalahkan salmonella baik di luar angkasa maupun di Bumi.

Dengan mempelajari gen salmonella yang diaktifkan dalam gravitasi rendah, para ilmuwan menentukan bahwa konsentrasi ion tinggi dapat menghambat bakteri.

Penelitian lebih lanjut dapat mengarah pada vaksin dan perawatan agar tak terjangkit salmonella.

 

6 dari 6 halaman

5. Radiasi

Ilustrasi astronot mendarat dan bersiap menambang asteroid
Perbesar
Ilustrasi astronot mendarat dan bersiap menambang asteroid (NASA)

Matahari adalah pusat tata surya.

Matahari juga menghasilkan radiasi yang berbahaya apabila langsung terpapar ke kulit.

Tetapi medan magnet Bumi melindungi kita dari sinar yang paling berbahaya tersebut. Lalu, bagaimana jadinya dengan para astronaut yang ada di angkasa luar?

Saat ini ke ruang angkasa, termasuk kunjungan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, tetap berada di dalam medan magnet Bumi, dan perisai pesawat telah terbukti sangat mampu memblokir radiasi Matahari.

Namun, itu tak berlaku apabila manusia melakukan misi ke Mars. Paparan sinar radiasi yang berbahaya sulit dibendung sehingga dibutuhkan persiapan ekstra agar itu tak membahayakan manusia.

Lanjutkan Membaca ↓