Korea Utara Dikhawatirkan Bakal Terus Jadi Ancaman di Kawasan Indo-Pasifik

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 19 Jun 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2020, 14:00 WIB
FOTO: Penampilan Perdana Kim Jong-un Setelah Diisukan Meninggal
Perbesar
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memotong pita saat meresmikan pabrik pupuk di Sunchon, Provinsi Pyongan Selatan, Korea Utara, Jumat (1/5/2020). Orang-orang di pabrik tersebut dikabarkan sangat gembira menyambut kehadiran Kim Jong-un. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Liputan6.com, Washington D.C - Korea Utara masih menjadi ancaman kuat bagi kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan ini dikemukakan seorang pejabat senior Pentagon pada Kamis 18 Juni setelah Pyongyang meledakkan kantor penghubungnya dengan Korea Selatan.

"Seperti yang telah kita ingatkan dalam beberapa hari terakhir, Korea Utara terus menghadirkan ancaman luar biasa terhadap kawasan ini dan menuntut kewaspadaan kita yang berkelanjutan," kata David Helvey, penjabat asisten menteri pertahanan untuk urusan keamanan Indo-Pasifik. Demikian seperti mengutip Channel News Asia, Jumat (19/6/2020).

"Sulit untuk mengatakan apa yang akan terjadi selama beberapa hari dan minggu ke depan. Tapi saya pikir penting untuk mengatakan bahwa kita tetap waspada terhadap segala jenis ancaman dan provokasi," kata Helvey.

Ledakan yang terjadi pada hari Selasa lalu dari kantor penghubung di Kawasan Industri Kaesong - tepat di seberang perbatasan di wilayah Utara - terjadi setelah Pyongyang dengan keras mengutuk Seoul karena selebaran anti-Pyongyang yang dikirim oleh pembelot ke Korut dan meningkatkan ketegangan di Semenanjung.

Penghancuran kantor tersebut menjadi sebuah ancaman dari Kim Yo Jong, saudara kuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dia telah mengancam untuk mengurangi kantor tersebut menjadi reruntuhan yang dia sebut tidak berguna.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Stabilitas di Kawasan Indo-Pasifik

FOTO: Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan
Perbesar
Kondisi sebelum ledakan kantor penghubung antara Korea Utara dengan Korea Selatan di Kaesong, Korea Utara, Selasa (16/6/2020). Sebelumnya, Kim Yo-jong menyatakan adegan tragis akan terjadi di kantor penghubung yang disebutnya tak berguna itu. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

Helvey berhati-hati ketika ditanya tentang seruan untuk memperkuat kehadiran militer AS di Korea Selatan dan melanjutkan latihan militer yang telah ditangguhkan untuk mendorong pembicaraan AS dengan Korea Utara mengenai program nuklirnya. Namun, diskusi tersebut tidak berlanjut ke mana-mana.

"Saya tidak ingin mendahului keputusan apa pun yang akan dibuat," katanya.

"Tetapi ini adalah salah satu hal yang terus kami bicarakan dengan sekutu Korea Selatan kami," katanya.

“Dan sejujurnya, itu adalah sesuatu yang membantu menjaga kepentingan kita dan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik," kata Helvey.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya