4 Fakta Dexamethasone, Obat Penyelamat Pasien Corona COVID-19 Parah di Inggris

Oleh Tanti Yulianingsih pada 18 Jun 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 18 Jun 2020, 14:00 WIB
Sekotak Dectancyl, obat yang diproduksi oleh Sanofi yang mengandung Deksametason. (AFP)
Perbesar
Sekotak Dectancyl, obat yang diproduksi oleh Sanofi yang mengandung Deksametason. (AFP)

Liputan6.com, London - Dexamethasone muncul dan disebut-sebut sebagai obat penyelamat pasien COVID-19 yang pertama. Pasien di Inggris dengan sakit parah setelah terinfeksi Virus SARS-CoV-2 yang terselematkan.

Berikut ini 4 fakta yang perlu Anda ketahui tentang Dexamethasone, yang dianggap jadi penyelamat pasien dengan Virus Corona COVID-19. Dikutip dari sejumlah sumber dan India Today, Kamis (18/6/2020):

1. Terobosan Besar Dalam Pengobatan COVID-19 Inggris

ilustrasi obat corona | pexels.com/@edward-jenner

Obat Dexamethasone merupakan terobosan besar dalam pengobatan COVID-19, para ilmuwan di Inggris telah mengklaim bahwa obat steroid generik itu mengurangi kematian hingga sepertiga pada pasien parah yang dirawat di rumah sakit.

Hasilnya adalah bagian dari uji coba RECOVERY yang berbasis di Inggris, salah satu uji coba obat acak terbesar di dunia untuk mengobati pasien COVID-19.

Ini adalah penelitian yang sama, yang awal bulan ini menunjukkan obat malaria Hydroxychloroquine tidak bekerja melawan Virus Corona COVID-19.

Dalam uji coba, yang dipimpin oleh tim dari Universitas Oxford, 2.104 pasien diberikan Deksametason atau Dexamethasone, lalu dibandingkan dengan 4.321 pasien yang tidak menerima obat. Hasilnya, obat ini terbukti mengurangi risiko kematian sebesar sepertiga untuk pasien yang menggunakan ventilator dan bagi mereka yang menggunakan oksigen, mengurangi kematian hingga seperlima.

“Ini adalah satu-satunya obat sejauh ini yang telah terbukti mengurangi angka kematian - dan itu mengurangi secara signifikan. Ini adalah terobosan besar," BBC mengutip kepala penyelidik Prof Peter Horby.

"Dexamethasone tidak mahal, tersedia di toko obat, dan dapat segera digunakan untuk menyelamatkan nyawa di seluruh dunia," kata salah satu pemimpin studi, Peter Horby dari University of Oxford.

Saat ini belum ada perawatan atau vaksin yang disetujui untuk COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh Virus Corona baru yang telah menewaskan lebih dari 431.000 orang secara global.

 

2 dari 5 halaman

2. Obat Mengandung Steroid Pengurang Radang

ilustrasi obat cacing/pexels
Perbesar
ilustrasi obat /pexels

Dexamethasone adalah steroid generik yang banyak digunakan pada penyakit lain untuk mengurangi peradangan. Obat ini membantu menghentikan beberapa kerusakan yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami overdrive ketika mencoba melawan Virus Corona COVID-19.

Obat steroid telah tersedia sebagai obat generik selama beberapa dekade. Umumnya digunakan untuk mengobati berbagai penyakit termasuk rematik, asma, alergi dan bahkan untuk membantu pasien kanker menangani mual yang dipicu oleh kemoterapi.

Obat steroid mengurangi peradangan, yang terkadang berkembang pada pasien COVID-19 karena sistem kekebalan bereaksi berlebihan untuk melawan infeksi. Reaksi berlebihan ini dapat berakibat fatal, sehingga dokter telah menguji steroid dan obat antiinflamasi lainnya pada pasien tersebut.

3 dari 5 halaman

3. Dosis Rendah Mengurangi Tingkat Kematian Pasien Parah Akibat COVID-19

Dexamethasone adalah obat yang mudah tersedia dan relatif murah. (Justin Tallis / AFP)
Perbesar
Dexamethasone adalah obat yang mudah tersedia dan relatif murah. (Justin Tallis / AFP)

Hasil pemberian dosis rendah Dexamethasone kepada pasien menunjukkan pengurangan tingkat kematian sekitar sepertiga di antara mereka yang memiliki kasus infeksi paling parah.

Data lebih lanjut menunjukkan untuk pasien yang menggunakan ventilator, hal itu mengurangi risiko kematian dari 40 persen menjadi 28 persen. Untuk pasien yang membutuhkan oksigen, obat tersebut mengurangi risiko kematian dari 25 persen menjadi 20 persen.

Para peneliti memperkirakan bahwa obat itu akan mencegah satu kematian untuk setiap delapan pasien yang dirawat saat menggunakan mesin pernapasan dan satu untuk setiap 25 pasien dengan oksigen tambahan saja, AP melaporkan.

"Ini adalah hasil yang menunjukkan bahwa jika pasien yang memiliki COVID-19 dan menggunakan ventilator atau oksigen diberikan Dexamethasone, itu akan menyelamatkan nyawa, dan itu akan dilakukan dengan biaya yang sangat rendah," dikutip dari Martin Landray, seorang Profesor Universitas Oxford, yang ikut memimpin persidangan.

Namun, Deksametason tampaknya tidak membantu orang dengan gejala Virus Corona COVID-19 yang lebih ringan - mereka yang tidak membutuhkan bantuan pernapasan.

4 dari 5 halaman

4. Harga Terjangkau

Di AS, harga eceran rata-rata di bawah US$ 50 atau sekitar Rp 709.202 dengan kurs Rp 14184/1 USD.

Sementara di Inggris, harganya sekitar 5 pound sterling berkisar Rp 88.284

"Ada manfaat yang jelas . Perawatan ini hingga 10 hari Deksametason dan dikenakan biayanya sekitar 5 pound sterling per pasien. Jadi pada dasarnya harganya 35 pound sterling (Rp 617.990 dengan kurs 1 pound sterling Rp 17.656) untuk menyelamatkan hidup. Ini adalah obat yang tersedia secara global," Martin Landray mengatakan kepada BBC.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓