Studi: Percikan Air Toilet Bisa Tularkan Virus Corona COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 17 Jun 2020, 18:35 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 18:35 WIB
Ilustrasi Toilet Umum
Perbesar
Ilustrasi Toilet Umum (pixabay.com)

Liputan6.com, Jiangsu - Studi baru menunjukan bahwa percikan air dari toilet kemungkinan dapat mengandung partikel Virus Corona COVID-19.

Sejumlah dokter menunjukkan bahwa COVID-19 dapat hidup dan membuat replika dalam sistem pencernaan. Dan bukti virus telah ditemukan dalam kotoran manusia.

Ini dianggap sebagai rute transmisi yang memungkinkan.

Tim peneliti di Universitas Yangzhou, China menggunakan pemodelan komputer untuk melihat bagaimana air toilet dapat melemparkan partikel-partikel kecilnya di udara. Menurut penelitian yang ditulis dalam jurnal Physics of Fluids, partikel dari toilet dapat naik ke udara setinggi tiga kaki atau sekitar 91 cm.

"Seseorang dapat memperkirakan bahwa kecepatannya akan semakin tinggi ketika toilet sering digunakan, seperti dalam kasus toilet keluarga selama waktu sibuk atau toilet umum yang melayani daerah padat penduduk," Ji-Xiang Wang dari Yangzhou University, yang bekerja pada penelitian ini, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Studi lain menyebut bahwa norovirus, penyebab umum muntah dan diare, juga dapat menyebar melalui air toilet atau dikenal sebagai toilet flushing.

2 dari 2 halaman

Penemuan Ada Sejak April

Liputan 6 default 4
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Sejak April lalu, para peneliti telah mengungkapkan bahwa percikan di toilet dapat menularkan COVID-19. 

"Sudah ada bukti kontaminasi SARS-CoV-2 yang menempel di permukaan udara di luar ruangan isolasi, data eksperimen juga menunjukan bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan di aerosol selama 3 jam. Saat ini ada kekhawatiran mode transmisi," ujar Carmen McDermott dari Fakultas Kedokteran Universitas Washingotn dan rekan-rekannya pada April lalu.

"Pembuangan kotoran manusia sepertinya terlihat dalam pasien tanpa gejajala gastrointestinal, yang dapat menularkan kepada mereka yang tidak memiliki gejala masalah pernafasan," imbuh Carmen McDermott.

Setidaknya satu peneliti yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan itu masuk akal, bahkan jika itu teoretis. 

"Dalam penemuan viral itu, tinja dan fraksi aerosol yang dihasilkan mengandung virus tidak diketahui. Bahkan jika virus itu terkandung dalam aerosol yang diproduksi, tidak diketahui apakah virus akan tetap menular; belum ada bukti yang jelas untuk tinja. transmisi oral," tutur seorang peneliti aerosol di Universitas Bristol Inggris, Bryan Bzdek dalam sebuah pernyataan.

"Para peneliti menyarankan bahwa sedapat mungkin kita harus menutup tempat duduk di toilet ketika kita menyiram, membersihkan dudukan toilet dan area kontak lainnya secara teratur, dan mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Sementara penelitian ini belum dapat menunjukkan bahwa tindakan ini akan mengurangi penularan virus SARS-CoV-2, banyak virus lain yang ditularkan melalui rute fecal-oral (pencemaran dari tinja), jadi ini adalah praktik kebersihan yang baik untuk dilakukan."

Reporter: Yohana Belinda

Lanjutkan Membaca ↓