Hari Remitansi Keluarga Dunia: Saat Pandemi Corona Picu Keluarga ke Garis Kemiskinan

Oleh Liputan6.com pada 16 Jun 2020, 15:23 WIB
Diperbarui 16 Jun 2020, 16:38 WIB
Ilustrasi uang dolar Amerika Serikat. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)
Perbesar
Ilustrasi uang dolar Amerika Serikat. (Liputan6.com/Tanti Yulianingsih)

Liputan6.com, Jakarta - Menurut situs resmi PBB, UN.org, 16 Juni diperingati sebagai International Day of Family Remittances (IDFR) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Hari Remitansi Keluarga Internasional. Dengan kata lain, mengingat pentingnya uang dari luar negeri bagi keluarga di tanah kelahiran.

Hari Remitansi Keluarga Sedunia ini diadakan untuk memperingati 200 juta pekerja migran yang bekerja di luar negeri untuk membantu 800 juta orang yang berada di kampung halaman, dan untuk menciptakan harapan masa depan bagi anak-anak mereka, seperti dikutip dari IFAD, Selasa (16/6/2020). 

Melalui peringatan ini, PBB ingin membawa kesadaran yang lebih besar tentang dampak kontribusi pekerja keluarga terhadap jutaan rumah tangga mereka. Di mana berdampak pada komunitas, negara, dan seluruh wilayah.

Peringatan itu bahkan juga menyerukan kepada pemerintah, entitas sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menemukan cara agar dapat memaksimalkan dampak remitansi melalui tindakan individu, dan kolektif.

Tahun ini, karena situasi pandemi Virus Corona COVID-19, banyak orang kehilangan pekerjaan, dan tak sedikit keluarga tak mendapatkan remitansi. Tak ada pengiriman uang sehingga terdorong ke garis kemiskinan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pekerja Migran Punya Peranan Penting

Pembangunan Asrama untuk Pekerja Migran di Singapura
Perbesar
Pekerja membangun asrama untuk pekerja asing di Singapura pada umat (5/6/2020). Pemerintah Singapura membangun perumahan tambahan untuk ribuan pekerja migran, dalam upaya mengurangi kepadatan di asrama-asrama setelah wabah massal infeksi virus corona Covid-19 terjadi di sana. (Roslan RAHMAN / AFP)

Pekerja migran ini sangat penting menjadi tulang punggung keluarga, sekaligus berkontribusi bagi negara mereka.

Akibat Virus Corona COVID-19, pengiriman uang global ke negara-negara berkembang diproyeksikan akan turun US $ 110 miliar pada tahun 2020, dan akan sulit untuk kembali seperti awal meski setelah pandemi usai. Dibutuhkan bertahun-tahun untuk ekonomi ini pulih. 

Pada 19 Maret 2020, Sekretaris Jenderal PBB menyerukan solidaritas global dalam menanggapi krisis Virus Corona COVID-19 yang menyatakan "pengiriman uang adalah jalur kehidupan di negara berkembang - terutama sekarang".

Saat ini, terutama dalam situasi pandemi Corona COVID-19, IDFR menghadirkan kesempatan yang tak ternilai untuk mengenali peran kunci remitansi keluarga dalam kesejahteraan jutaan keluarga dan pada pembangunan berkelanjutan komunitas lokal mereka. Itulah sebabnya IDFR tahun ini menyerukan kepada pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil untuk mendukung pekerja migran dan keluarga mereka dalam membangun ketahanan pada saat krisis ini.

Reporter: Yohana Belinda

 

Lanjutkan Membaca ↓