Pura-Pura Jadi Perawat di Medsos, Wanita Ini Diseret ke Jalur Hukum

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Jun 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 13 Jun 2020, 08:00 WIB
FOTO: Selamat Hari Perawat Internasional 2020
Perbesar
Perawat berpelukan saat upacara peringatan Hari Perawat Internasional di Rumah Sakit Tongji, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Selasa (12/5/2020). Menurut WHO, perawat berada di garis depan dalam memerangi pandemi virus corona COVID-19. (STR/AFP)

Liputan6.com, Bangkok - Seorang wanita di Thailand pura-pura jadi perawat di media sosial. Ia mengedarkan foto-foto sambil mengklaim dirinya perawat.

Ia mengaku lulusan kampus keperawatan dan mengenakan baju perawat ketika foto pre-wedding dengan seorang polisi.

Menurut laporan Asiaone, Jumat (12/6/2020), para perawat sadar bahwa wanita itu bukanlah perawat asli. Mereka pun mengingatkan wanita itu agar tidak mengklaim sebagai perawat.

Perawat gadungan itu malah emosi. Ia bahkan mengancam ingin menuntut para perawat asli.

Warganet pun kemudian memeriksa media sosial wanita itu, ternyata perawat gadungan itu pernah memakai kostum perawat untuk acara tari.

Ia merupakan lulusan SMA, meski mengaku lulusan kampus keperawatan Borommarajonani. Atas kejadian ini, Asosiasi Perawat Thailand menuntut wanita tersebut.

Kepala public relation Asosiasi Perawat Thailand, Dr. Orapan Thosingha, berkata langkah ini diambil demi menjaga martabat 220 ribu perawat di negaranya. Ia dilaporkan ke kepolisian di Muang Nonthaburi.

Perawat gadungan itu dituntut melanggar UU Profesi Medis dengan mengaku sebagai personel dan diduga melakukan penipuan dengan memakai seragam perawat profesional dan bidan.

2 dari 3 halaman

Pasangan Dokter dan Perawat Menikah Darurat di Rumah Sakit Akibat Krisis Corona

Ilustrasi Menikah
Perbesar
Ilustrasi menikah (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Perawat gawat darurat bernama Jann Tipping dan dokter Annalan Navaratnam telah membuat rencana untuk menggelar pernikahan mereka pada Agustus mendatang. Namun karena pandemi Corona COVID-19, pasangan ini terpaksa membatalkannya.

Dilansir dari laman Metro, mereka khawatir keluarga Jann tidak dapat melakukan perjalanan dari Irlandia Utara dan keluarga Annalan dari Sri Lanka. Pasangan ini tetap menikah dengan bantuan Rumah Sakit St Thomas, London, Inggris, di mana mereka bekerja di garda terdepan.

Jann dan Annalan mengucap sumpah pernikahan pada akhir April di kapel kelas dua yang terdaftar di rumah sakit, dengan dua saksi hadir begitu pula keluarga dan teman-teman mereka menyaksikan di Zoom, platform konferensi video. 

Dokter dan perawat ini bertanya kepada tim kapel rumah sakit soal kemungkinan untuk mengadakan upacara pernikahan pribadi di kapel.

"Kami ingin mengadakan upacara sementara semua orang masih sehat, meskipun itu berarti orang-orang yang kami cintai harus mengawasi kami di layar. Kami ingin memastikan kami bisa merayakannya sementara kami semua masih bisa," kata Jann.

"Tim kapel bekerja keras untuk mendapatkan izin agar kami menikah, yang sangat kami hargai pada saat banyak hal terjadi. Tanggal ditetapkan dalam dua minggu dan kami belum membeli baju, cincin, dan hal-hal lain yang kami butuhkan sehingga kami bergegas menyelesaikan semuanya dengan cepat," tambahnya.

Pelayanan yang berlangsung pada 24 April 2020 lalu diadakan oleh Pendeta Mia Hilborn, kepala perawatan kesehatan spiritual di Guy's dan St Thomas NHS Foundation Trust, dengan hanya Revd Hilborn, Jann, Annalan dan dua saksi di dalam kapel.

"Sangat menyenangkan hanya ada kami, rasanya sangat intim. Salah satu saksi kami tinggal menjalankan aplikasi sehingga teman dan keluarga kami dapat menonton. Itu adalah pernikahan yang indah dan kapelnya indah, meskipun rasanya seperti tidak nyata menikah di tempat kami bekerja, dan di rumah sakit," jelas Jann.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓