Update 1 Juni: Kasus Corona COVID-19 di Dunia Capai 6,1 Juta, Kematian di AS Tembus 370 Ribu

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 01 Jun 2020, 10:56 WIB
Diperbarui 01 Jun 2020, 10:56 WIB
Tekan Penyebaran Covid-19, Pegawai Lapas Jalani Rapid Test di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus Virus Corona COVID-19 di dunia sudah mencapai lebih dari 6,1 juta infeksi. 

Dari angka tersebut, Amerika Serikat masih menduduki posisi tertinggi dengan 1,7 juta kasus dan 371.000 kematian. Demikian seperti mengutip data dari Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Senin (1/6/2020).

Secara lebih spesifik, dalam 24 jam terakhir, jumlah korban tewas di Amerika Latin kini telah melampaui 50.000 dengan sekitar satu juta kasus dilaporkan di seluruh wilayah. 

Sementara itu, Brasil melaporkan 480 kematian akibat Virus Corona baru pada hari Minggu, sehingga jumlah kematiannya menjadi 29.314.

Lebih dari setengah juta orang di negara itu kini dipastikan memiliki virus, yang oleh presiden Brazil Jair Bolsonaro dianggap sebagai "flu kecil". 

Bahkan, Bolsanaro keluar sambil menunggang kuda pada hari Minggu, menyapa para pendukungnya pada rapat umum melawan pengadilan tinggi negara itu, yang kini sedang menyelidiki pemimpin sayap kanan itu. 

Brasil memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia setelah AS dan jumlah kematian tertinggi keempat setelah AS, Inggris dan Italia.

2 dari 3 halaman

2,6 Juta Orang di Dunia Berhasil Pulih

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19.
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Lebih dari 6,15 juta kasus Virus Corona COVID-19 telah dikonfirmasi di seluruh dunia.

Hampir 372.000 orang telah meninggal, termasuk lebih dari 104.000 orang di Amerika Serikat. Sedangkan secara global, setidaknya 2,64 juta telah berhasil pulih.

Di Inggris, pemerintahnya tengah bersiap untuk mengendurkan pembatasan dan mulai membuka kembali sekolah-sekolah. Walaupun demikian, anggota ketiga badan penasihat ilmiah pemerintah telah memperingatkan bahwa keputusan tersebut masih terlalu dini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓