Sukses

Astronom Temukan Galaksi Cincin Api Langka dari Periode Awal Alam Semesta

Para astronom dari ARC Centre of Excellence for All Sky Astrophysics in 3 Dimensions (ASTRO 3D) telah menemukan jenis galaksi langka yang disebut sebagai "cincin api kosmik."

Liputan6.com, Jakarta- Para astronom menemukan sebuah galaksi yang memiliki bekas luka kekacauan kosmik pada masa-masa awal Alam Semesta, atau 10,8 miliar tahun lalu. Galaksi ini seperti donat raksasa dengan lubang besar yang menembus tepat ke tengahnya, bukan gumpalan atau piringan bintang, seperti kebanyakan galaksi.

Jenis galaksi langka itu diklasifikasikan sebagai galaksi cincin.

Objek yang dinamai R5519 ini merupakan galaksi cincin tumbukan pertama yang ditemukan lebih dari beberapa ratus tahun cahaya jauhnya sehingga menjadikan satu-satunya objek yang dikenal di awal Alam Semesta.

Seorang astronom dari ARC Centre of Excellence for All Sky Astrophysics in 3 Dimensions (ASTRO 3D) di Australia, Tiantian Yuan mengatakan, objek ini merupakan yang sangat tidak biasa dan belum pernah terlihat sebelumnya.

Tepi luar cincin R5519 berukuran cukup besar menurut penemuan, yaitu sekitar 42.400 tahun cahaya (rata-rata). Sedangkan lubang di bagian tengah cincin berukuran sekitar 17.612 tahun cahaya, tanpa jejak tampilan penuh bintang yang terdeteksi yang biasanya mengisi pusat galaksi, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (26/5/2020).

Saksikan Video Berikut Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Tingkat Tinggi Pembentukan Bintang

Di cincinnya, R5519 menunjukkan tingkat tinggi pembentukan bintang yaitu sekitar 80 massa matahari, dari bintang baru lahir setiap tahunnya.

Gangguan gravitasi adalah yang tertunjuk dalam hal ini, dapat dikatakan galaksi lain yang menembus R5519, dan mengirimkan gelombang kepadatan yang merambat secara radial ke arah luar.

Ketika gas dan debu di galaksi didorong dan dipadatkan gelombang-gelombang ini, dikatakan dapat memicu pembentukan bintang dengan memfasilitasi keruntuhan gravitasi dari rumpun debu yang berubah menjadi bayi bintang-bintang.

Galaksi cincin dari jenis ini sangat langka di alam semesta lokal, yaitu 1.000 kali lebih jarang daripada galaksi cincin yang dibentuk oleh proses yang kurang keras.

Penemuan R5519 menunjukkan bahwa galaksi cincin tumbukan jarang terjadi di awal Semesta seperti halnya di masa kemudian, kata para peneliti mengenai penemuan galaksi tersebut. 

Tetapi kesempatan untuk mempelajari pembentukan galaksi-galaksi cakram seperti Bima Sakti juga ditawarkan dari penemuan ini, karena untuk membentuk cincin, simulasi menunjukkan bahwa galaksi perlu cakram tipis sebelum ditumbuk.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.