26-5-1983: Satelit EXOSAT Diluncurkan ke Orbit yang Eksentrik

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 26 Mei 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 26 Mei 2020, 06:00 WIB
Ilustrasi satelit
Perbesar
Ilustrasi satelit (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Satelit EXOSAT, yang merupakan misi European Space Agency (ESA) diluncurkan 37 tahun lalu, tepatnya pada 26 Mei 1983. 

Mengutip dari nasa.gov, Selasa (26/5/2020), satelit tersebut diluncurkan dari kompleks Vandenberg di Amerika Serikat dengan roket Thor-Delta dan dimasukkan ke dalam orbit yang sangat eksentrik (e ~ 0,93) dengan periode 90,6 jam dan kecenderungan dari 73 derajat.

Masa hidup misi satelit ini dibatasi oleh kerusakan orbital, yang diproyeksikan akan terjadi dalam 3 tahun, menurut situs NASA Hearsac

Laman NASA Hearsac juga mengungkap, pada 9 April 1986, kegagalan dalam sistem kendali menyebabkan hilangnya sarana ruang angkasa itu. Hingga pada 6 Mei 1986, peluruhan orbit alami menyebabkan EXOSAT muncul kembali. 

2 dari 3 halaman

Berbeda dari Orbit Sebelumnya

Pecahkan 'Misteri' Gas, Eropa Siap Luncurkan Misi ke Mars
Perbesar
Ilustrasi satelit mengorbit di Planet Mars. (NASA)

Orbit EXOSAT sangat berbeda dari orbit satelit astronomi X-ray sebelumnya, menurut NASA Hearsac, yang memungkinkan operasi ilmiah hingga 76 jam per 90 jam orbit, tanpa gangguan.

EXOSAT terlihat dari stasiun bumi di Villafranca di Spanyol selama hampir sepanjang waktu instrumen sains dioperasikan, dan tidak memerlukan penyimpanan data didalam pesawat, kata NASA Hearsac.

NASA Hearsac juga menjelaskan bahwa EXOSAT bersifat dapat dikendalikan, dalam 1 detik busur, menggunakan salah satu dari dua pelacak bintang, tiga gyro, dan sensor matahari.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓