Dubes Singapura Ucapkan Selamat Idul Fitri bagi Umat Muslim Indonesia

Oleh Tommy Kurnia pada 23 Mei 2020, 14:04 WIB
Diperbarui 23 Mei 2020, 14:04 WIB
Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar (liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Singapura di Jakarta mengucapkan selamat Idul Fitridi tengah pandemi Virus Corona (COVID-19). Pada situasi lebaran yang berbeda dari biasanya ini, Singapura berharap lebaran tetap berjalan dengan suka cita.

Dubes Singapura Anil Nayar melihat ada sisi positif di tengah pandemi ini, yakni terciptanya rasa saling membantu di kalangan masyarakat. Ini Dubes Anil lihat terjadi di Singapura maupun Indonesia.

"Di Singapura dan Indonesia banyak yang telah menunjukan semangat Idul Fitri yang sebenarnya: belas kasih dan kebaikan, terutama terhadap mereka yang membutuhkan," kata Dubes Anil di laman Facebook Singapore Embassy in Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Dubes Anil berkata rasa kebersamaan yang dalam ini yang akan membantu kedua negara bangkit dari krisis secara bersama-sama dan kuat.

"Ada pun teman-teman muslim kami di Indonesia yang merayakan situasi Idul Fitri di situasi menantang ini, saya berharap kalian tetap menikmati ramadan yang penuh berkah dengan keluarga tercinta," ujar Dubes Anil.

Pihak Kedubes Singapura juga menunjukan kegiatan sosial yang terlaksana di Singapura ketika bulan puasa. Salah satunya UmbrellaIniativeSG.

Program itu membantu mengirimkan makanan pada dini hari untuk sahur dan sore hari sebelum berbuka. Pendiri UmbrellaInitiativeSG, Ruzaini Syazwan, turut mengucapakan selamat lebaran bagi masyarakat Indonesia.

"Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada semua saudara-saudara di Indonesia. Semoga kami tabah mengarungi detik-detik getir ini, dan kami semua dilindungi dari segala wabah dan penyakit di musim ini. Selamat hari raya," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Data Corona di Singapura

Wisata Singapura
Wisata Singapura. (Foto: Timo Volz/ pexels)

Berdasarkan CoronaTracker, ada total 30.426 kasus Virus Corona di Singapura. Sebanyak 17 ribu pasien sedang menjalani perawatan.

Pada sebulan terakhir, muncul lonjakan kasus yang tinggi di Singapura akibat klaster asrama pekerja. Kementerian Kesehatan Singapura berkata kondisi mereka hanya gejala ringan, namun tetap dites.

Total kematian berjumlah 23 orang dan kebanyakan pasien usia lanjut. Tingkat kematian di Singapura hanya 0,1 persen.

Sementara, pasien yang sudah sembuh berjumlah 12.995 orang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓