Inggris Berikan Online Learning Gratis untuk Guru SMK Saat Pandemi Corona

Oleh Tommy Kurnia pada 20 Mei 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 13:35 WIB
Memangku Laptop

Liputan6.com, Jakarta - Inggris melalui British Council memberikan online learning kepada guru-guru SMK di Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan tanpa pungutan biaya.

Program bertajuk Work Ready ini hadir dalam bentuk rangkaian seri webinar yang berfokus pada penguatan sistem pendidikan jangka panjang melalui peningkatan kapasitas guru. Skill inti (core skills) yang diberikan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, dan kemampuan mengajar secara digital yang penting saat ada pandemi Virus Corona COVID-19.

"Terkait COVID-19, situasi ini telah menunjukan bahwa semua guru perlu percaya diri dalam menggunakan teknologi di kelas dan juga untuk kegiatan mengajar yang berlangsung di luar kelas," ujar Colm Downes, Interim Country Director, British Council di Indonesia, Rabu (20/5/2020).

Online learning ini disajikan dalam bentuk empat bagian webinar. Pesertanya adalah ratusan guru SMK di Jakarta. Pada hari ini, ada 889 perwakilan SMK yang hadir.

Colm Downes berkata soft skill yang diajarkan dalam webinar bisa dipadukan dalam berbagai mata pelajaran, misalnya kemampuan kolaboratif bisa diterapkan di pelajaran matematika dan sains. Webinar juga menyajikan toolkit yang dapat membantu para guru SMK dalam kegiatan mengajar.

Kegiatan ini didukung oleh HSBC yang turut memberikan insight terkait pendidikan SMK serta dunia industri Indonesia. Pihak HSBC juga mengirimkan sukarelawan untuk melancarkan program ini.

"Di sini kami bisa kontribusi dan ikut dalam membentuk program ini, serta mengenai insight dunia industrinya. Bagaimana kita melihat dan mengidentifikasi gap antara bangku sekolah dan juga ke kebutuhan industri, dan bagaimana sekolah-sekolah SMK bisa mempersiapkan student-studentnya," ujar Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability, HSBC Indonesia.

Menjembatani SMK dan dunia industri sangatlah penting. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut Tingkat Penggangguran Terbuka lulusan SMK masih yang paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49 persen. 

Kegiatan ini merupakan tahap kedua dari Work Ready yang sebelumnya pernah diajarkan. Colm Downes berkata pada tahap dua ini Work Ready juga fokus pada blended learning antara sistem konvensional dan online agar semakin dikenal oleh SMK di Indonesia.

"Jadi saya berpikir bahwa blended learning yang terintegrasi dan core skills adalah tujuan kunci dari program ini," ujarnya.

2 dari 3 halaman

British Council Akan Kolaborasi dengan SMK

ilustrasi belajar hobi saat lebaran/pexels
ilustrasi belajar hobi saat lebaran/pexels

British Council akan mulai melakukan pelatihan langsung ke beberapa SMK. Harapanya, metode dari British Council bisa diterapkan ke SMK seluruh Indonesia.

"Kami akan bekerja dengan beberapa sekolah spesifik di Jakarta dan kepala sekolah untuk melaksanakan pengembangan pelatihan mendalam," kata Downes. "Kami berharap metode-metode kami, perangkat-perangkat kami, dan kurikulumnya kelak bisa diadopsi ke semua SMK," ujar Downes.

Nuni Sutyoko berharap Work Ready gelombang kedua ini bisa membantu murid-murid SMK agar lebih mengenal dunia perindustrian Indonesia, serta membantu guru beradaptasi pada situasi pandemi ini.

Salah satu tantangan dari program Work Ready adalah ruangan webinar yang terbatas, meski ada ribuan guru yang tertarik ikut.

Maka dari itu, British Council akan merekam pelatihannya agar bisa diakses oleh SMK dari berbagai daerah.

"Tujuannya adalah menjangkau guru sebanyak mungkin," ujar Colm Downes. "Ini seluruhnya gratis. Jadi ini adalah webinar gratis untuk guru-guru di Indonesia."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓