Sambut Hari Internasional Al-Quds, Iran Ajak Dunia Jangan Lupakan Palestina

Oleh Tommy Kurnia pada 20 Mei 2020, 11:36 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 11:51 WIB
Menikmati Buka Puasa dengan Latar Masjid al-Aqsa

Liputan6.com, Jakarta - Republik Islam Iran menyambut Hari Internasional Al-Quds yang jatuh pada 22 Mei 2020 mendatang. Peringatan ini rutin digelar setiap Jumat terakhir di bulan Ramadan untuk mengingat hak rakyat Palestina.

Hari Internasional Al-Quds merupakan gagasan dari pendiri Republik Islam Iran, Ayatullah Ruhollah Khomeini.

"Pada hari ini umat Islam di berbagai negara Muslim dan para pendukung kemanusiaan serta penuntut kebebasan akan menggelar berbagai kegiatan dan aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan kepada rakyat tertindas Palestina," tulis pernyataan Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Kedubes Iran menyebut perjuangan Palestina bukan saja untuk umat Muslim, melainkan perjuangan bagi umat Kristiani dan Yahudi yang berada di Palestina.

Tahun ini, tema Hari Internasional Al-Quds adalah kegagalan Deal of the Century versi Amerika Serikat. Palestina menolak kesepakatan tersebut karena dianggap tidak menguntungkan negara mereka.

“Hari Internasional Al-Quds” tahun ini pun begitu penting dikarenakan AS bersama dengan rezim zionis Israel memaksakan kehendek keji mereka kepada masyarakat Palestina melalui 'Kesepakatan Abad' alias 'Konspirasi Abad'," ujar Kedubes Iran.

Deal of the Century umumnya berisi tentang insentif ekonomi yang akan AS berikan jika Palestina sepakat beberapa aspek, salah satu poinnya adalah mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel.

Tawaran investasi dalam Deal of the Century mencapai USD 50 miliar. Uang itu rencananya bakal mengalir ke sektor bisnis, pendidikan, dan kesehatan di Palestina.

Salah satu arsitek penting dari Deal of the Century (atau Middle East Peace Plan) adalah Jared Kushner, penasihat senior Gedung Putih, sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump.

 

2 dari 3 halaman

Solusi Iran ke PBB

FOTO: Antusiasme Warga Iran Berburu Malam Lailatul Qadar
Jemaah berdoa memburu malam lailatul qadar saat Ramadan di luar Masjid Universitas Teheran, Laylat al-Qadr, Iran, Selasa (12/5/2020). Iran mengizinkan masjid dibuka kembali, namun dengan memperhatikan prosedur kesehatan dan sosial untuk mencegah penyebaran COVID-19. (AP Photo/Vahid Salemi)

Solusi yang ditawarkan Iran adalah melakukan referendum bagi rakyat Palestina. PBB diminta menjadi saksi referendum tersebut.

Iran meminta sistem politik pilihan mayoritas masyarakat Palestina yang akan memutuskan tentang nasib pihak-pihak pendatang ke wilayah Palestina, dan seluruh pengungsi Palestina memiliki hak untuk kembali ke tanah air mereka.

"Republik Islam Iran menganggap solusi demokratis dan politik untuk isu Palestina adalah memberikan hak menentukan nasib sendiri kepada rakyat Palestina yaitu dengan kembalinya seluruh pengungsi Palestina ke tanah air mereka dan penyelenggaraan referendum komprehensif dan bebas di seluruh wilayah Palestina yang diikuti oleh semua penduduk asli Palestina di hadapan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)," kata Kedubes Iran.

Iran lantas meminta agar masyarakat internasional tetap mengingat perjuangan rakyat Palestina di tengah pandemi COVID-19.

"Perayaan “Hari Internasional Al-Quds” secara masif dan inovatif sangatlah bermakna bagi masyarakat Palestina yang tertindas karena “Hari Internasional Al-Quds” adalah refleksi dan peran dunia Islam dalam upaya pembebasan Palestina secara nyata," ujar Kedubes Iran.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓