Top 3: Hewan 45 Meter hingga 2 Bulan Mengorbit Bumi Curi Perhatian Publik

Oleh Tommy Kurnia pada 20 Mei 2020, 09:32 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 09:54 WIB
Ilustrasi dasar laut

Liputan6.com, New Delhi - Hewan sepanjang 45 meter ditemukan penjelajah bawah air. Siphonophore, makhluk tembus cahaya yang serupa dengan karang, terdiri dari makhluk-makhluk kecil ini mencuri perhatian.

Perihal hewan yang diketahui hidup di ngarai bawah laut di lepas pantai Australia ini pun jadi sorotan di kanal Global Liputan6.com edisi hari ini.

Dua berita lain yang juga jadi sorotan adalah soal studi baru menguak penyamaran aliran lumpur di permukaan Planet Mars. Penemuan itu dikatakan mirip dengan beberapa aliran lava di Bumi, di mana kerak mengeras dan lava di bawahnya terus bergerak.

Lalu soal penjelasan mengenai dua Bulan yang disebutkan berada di Bumi.

Berikut ini selengkapnya dalam Top 3 Global Liputan6.com, Rabu (20/5/2020):

2 dari 5 halaman

1. Wujud Hewan Terpanjang di Dunia

Siphonophore, hewan terpanjang di laut.
Siphonophore, hewan terpanjang di laut. (Source: Schmidt Ocean Institute)

Penjelajah bawah air menemukan siphonophore sepanjang 45 meter. Hewan itu merupakan makhluk tembus cahaya yang serupa dengan karang, terdiri dari makhluk-makhluk kecil. Hewan ini diketahui hidup di ngarai bawah laut di lepas pantai Australia. 

Setiap siphonophore terdiri dari banyak zooids kecil, yang masing-masing menjalani kehidupan yang lebih mirip dengan hewan biasa, meskipun selalu terhubung dengan koloni yang lebih besar.

Menurut sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Dynamics pada tahun 2005, zooids terlahir secara seksual, dan masing-masing melakukan fungsi untuk tubuh siphonophore yang lebih besar.

Baca selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. Studi Baru Menguak Penyamaran Aliran Lumpur di Permukaan Mars

Penampakan awan di Planet Mars (NASA)
Penampakan awan di Planet Mars (NASA)

Lumpur di Mars mengalir seperti lava layaknya di Bumi. Beberapa fitur di Planet Merah yang tampak seperti gunung berapi pun sebenarnya hanya berupa muntahan lumpur.

Peneliti Petr Brož dari Czech Academy of Sciences di Praha, Republik Ceko, dan rekan-rekannya melakukan pemeriksaan pada perilaku lumpur di Mars, dan melihat lumpur mengalir turun pada tekanan rendah dan suhu di bawah -8° C, dan mirip dengan kondisi di planet tersebut.

Mereka menemukan bahwa permukaan lumpur tersebut membeku dengan cepat, sehingga melindungi bagian dalam aliran, yang kemudian dapat terus bergerak maju di bawah cangkang beku. Penemuan itu dikatakan mirip dengan beberapa aliran lava di Bumi, di mana kerak mengeras dan lava di bawahnya terus bergerak.

Baca selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Sains Benarkah Ada Dua Bulan yang Mengorbit Bumi? Ini Faktanya

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Bulan adalah hal biasa di tata surya kita. Secara sederhana, bulan adalah satelit alami yang tertangkap di orbit planet. 

Berdasarkan definisi itu, The Atlantic melaporkan bahwa bulan kedua atau disebut bulan mini, telah mengelilingi Bumi selama beberapa tahun tanpa terdeteksi oleh para ilmuwan.

The Minor Planet Center, sebuah organisasi internasional yang mempelajari asteroid, komet, dan satelit alami kecil yang mengorbit planet-baru ini mengumumkan bahwa Bumi memiliki satelit alami baru sendiri. Demikian seperti mengutip dari laman Mental Floss, Selasa (18/5/2020).

Objek tersebut, dijuluki CD3 2020, kira-kira seukuran mobil kecil, dan itu merupakan satu-satunya satelit planet kita, selain Bulan yang sebenarnya yang tidak dimasukkan ke orbit oleh manusia.

Para astronom menyimpulkan bahwa CD3 2020 telah ada di sana selama setidaknya satu hingga tiga tahun, menghindari pengamatan hingga 15 Februari 2020.

Selengkapnya di sini...

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓