Sediakan Internet untuk Desa di Jabar, Kedutaan Inggris Kucurkan Dana Hingga Rp 3,5 M

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 18 Mei 2020, 16:37 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 16:49 WIB
Kedutaan Inggris mengadakan penyediaan internet untuk desa Kasepuhan Ciptagelar sambil bekerja sama dengan mitra lokal Common Room Network Foundation.

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menyadari pentingnya ketersediaan internet terlebih di saat pandemi Corona COVID-19 seperti saat ini.

Bersama dengan organisasi mitra lokal Common Room Network Foundation, Kedutaan Inggris pun meluncurkan proyek senilai £190,000 (Rp 3,5 miliar) selama dua tahun untuk daerah terpencil di Kasepuhan Ciptagelar, Jawa Barat. 

Dalam jangka panjang, proyek ini akan memberikan akses internet berbasis komunitas di Kasepuhan Ciptagelar, dan juga memperbaiki literasi digital untuk penguatan kapasitas komunitas lokal. Common Room bertujuan untuk mengembangkan model yang operasional dan dapat diterima di berbagai komunitas lokal di Indonesia.

Peluncuran kerjasama ini bisa menjadi langkah awal untuk merealisasikan visi tersebut, dengan memastikan bahwa setiap orang Indonesia, dalam kondisi seterpencil apapun, tetap memiliki akses internet.

Dalam jangka pendek proyek ini disesuaikan juga untuk membantu melawan COVID-19, dimana penyampaian informasi kesehatan yang penting kepada semua orang perlu dilakukan secepat mungkin, dalam bahasa lokal yang mereka pahami. Langkah ini bisa menyelamatkan nyawa dan komunitas terpencil ini dari dampak pandemi yang lebih besar.

 

2 dari 3 halaman

Produksi Konten Media Digital dan Konvensional

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins.

Kegiatan yang disepakati antara Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan Common Room mencakup produksi konten media digital dan konvensional sebagai sarana untuk memberikan informasi mengenai COVID-19 yang kredibel dalam bahasa lokal serta pendekatan budaya yang mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Saat ini sebuah buku elektronik berbahasa Sunda telah diproduksi dan akan disebarluaskan ke seluruh Jawa Barat. 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan: “Indonesia adalah negara yang luas dengan lebih dari 300 bahasa daerah. Tentu saja, hampir semua orang berbicara dalam Bahasa Indonesia – tetapi, di dalam komunitas terpencil Anda dapat menemukan beberapa orang yang tidak pernah memiliki kesempatan untuk mempelajarinya. Teman yang baik ialah teman yang saling membantu dan ada untuk satu sama lain, oleh karena itu Inggris ingin membantu Indonesia dalam menghadapi virus yang mengerikan ini.

Pada awalnya, kami telah memulai proyek ini bersama Common Room Network Foundation dan saat ini kami akan melakukan penyesuaian sedikit, sehingga pesan penting mengenai kesehatan - yang disampaikan melalui media tradisional dan digital - dapat menjangkau semua orang. Kami berharap bahwa setelah ini, kita dapat memastikan bahwa seluruh komunitas mendapatkan manfaat penuh dari internet.

Kami senang bisa berkontribusi dan mendukung inisiatif yang luar biasa ini di Jawa Barat melalui Common Room Network Foundation, dan mendengar rencana lanjutan dari Bapak Gustaff Iskandar untuk menjangkau masyarakat luas di seluruh Indonesia. ”

Sebaliknya, Gustaff pun menyampaikan kehormatan serupa dalam menjalankan proyek ini. 

“Kami sangat berterima kasih dan merasa terhormat untuk dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Inggris (melalui DFID) dalam Program Akses Digital, dan mendukung komunitas adat Kasepuhan Ciptagelar dimasa krisis ini. Kita telah melihat pentingnya internet dan media digital dalam mengatasi krisis pandemi ini. Karena itu kami ingin mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dan bantuan dari DFID, dan semua rekan di Kedutaan Besar Inggris Jakarta. Kami percaya kerjasama ini akan tumbuh menjadi kolaborasi yang bermanfaat dan akan memperkuat hubungan antar-warga Inggris dan Indonesia," ujarnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓