Ancam Wartawan AS di Hong Kong, China Diberi Peringatan Oleh Mike Pompeo

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 18 Mei 2020, 08:36 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 10:03 WIB
Menlu AS Mike Pompeo (AP PHOTO / Pool)
Perbesar
Menlu AS Mike Pompeo (AP PHOTO / Pool)

Liputan6.com, Washington, D.C - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Minggu, 17 Mei 2020 memberikan peringatan kepada pemerintah China, yang telah mengancam untuk mengganggu pekerjaan wartawan AS di Hong Kong.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (18/5/2020) ia mengatakan setiap keputusan yang melanggar otonomi Hong Kong dapat mempengaruhi Amerika Serikat.

"Para jurnalis ini adalah anggota pers bebas, bukan kader propaganda, dan laporan mereka yang berharga memberi informasi kepada warga Tiongkok dan dunia," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Inggris mengembalikan Hong Kong ke Cina pada tahun 1997, dan wilayah itu dijanjikan "otonomi tingkat tinggi" selama 50 tahun.

Pompeo mengumumkan pada 6 Mei bahwa Departemen Luar Negeri menunda laporan kepada Kongres untuk menilai apakah Hong Kong menikmati otonomi yang cukup dari China untuk terus menerima perlakuan khusus dari Amerika Serikat.

Dia mengatakan, pada saat itu penundaan itu untuk memungkinkan laporan guna mempertanggungjawabkan tindakan apa pun yang mungkin dipertimbangkan oleh Beijing menjelang Kongres Rakyat Nasional China 22 Mei.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu terjadi karena Pompeo dan Presiden Donald Trump telah mengeluh tentang penanganan China terhadap wabah Virus Corona jenis baru.

 

2 dari 3 halaman

Trump Sebut Bisa Putus Hubungan dengan China

Gina Haspel (kiri) bersama dengan Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo (kanan) dalam pelantikan direktur CIA (AP?Evan Vucci)
Perbesar
Gina Haspel (kiri) bersama dengan Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo (kanan) dalam pelantikan direktur CIA (AP?Evan Vucci)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memutuskan hubungan dengan China. Alasannya karena penanganan pandemi Virus Corona COVID-19, yang membuat semakin memburuknya hubungan dengan China.

Seperti dikutip dari DW, tuduhan kepada China telah lama diberikan Donald Trump tentang negara tersebut menyembunyikan skala wabah Virus Corona sebenarnya, yang pertama kali muncul di provinsi Hubei pada Desember 2019.

Saat ini, Virus Corona COVID-19 dilaporkan telah menelan korban jiwa lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Saat diwawancara tentang bagaimana AS akan menanggapi China, dalam siaran Fox Business pada 14 Mei, Presiden Donald Trump mengatakan, "Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa melakukan banyak hal. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan."

Jika hal tersebut dilakukan, Presiden Donald Trump mengatakan, keputusan untuk memutus hubungan dengan China dapat menghemat dana hingga sebesar US$ 500 miliar (Rp 7 kuadriliun).

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓