Kasus Virus Corona Menurun Tajam, Italia Akan Cabut Larangan Bepergian

Oleh Hariz Barak pada 16 Mei 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 18:00 WIB
Kasus Kematian Akibat Virus Corona COVID-19 di Italia
Perbesar
Pekerja membersihkan permukaan jalan di Piazza del Duomo, Milan, 31 Maret 2020. Pandemi COVID-19 terus menyebar di Italia pada Selasa (31/3), menambah total jumlah terinfeksi, kematian dan pulih menjadi 105.792, menurut data terbaru Departemen Perlindungan Sipil Italia. (Xinhua/Daniele Mascolo)

Liputan6.com, Roma - Italia telah menandatangani sebuah dekrit yang akan mengizinkan perjalanan ke dan dari negara itu mulai 3 Juni 2020, saat pemerintah bergerak untuk melonggarkan lockdown virus corona.

Ini juga akan memungkinkan perjalanan antar daerah --yang sejauh ini sangat terbatas-- pada tanggal yang sama, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (16/5/2020).

Kebijakan itu menandai langkah besar dalam upaya negara untuk membuka kembali ekonominya setelah lebih dari dua bulan lockdown.

Italia memiliki salah satu angka kematian tertinggi di dunia, tetapi tingkat infeksinya telah menurun tajam dalam beberapa hari terakhir.

Lebih dari 31.600 orang telah meninggal akibat virus corona di negara itu, angka tertinggi ketiga di belakang AS dan Inggris.

Itu adalah negara pertama di Eropa yang memberlakukan pembatasan nasional ketika kasus virus corona mulai muncul di wilayah utara pada bulan Februari.

 

2 dari 3 halaman

Pelonggaran Bertahap

FOTO: Truk-Truk Militer Italia Angkut Korban Meninggal COVID-19
Perbesar
Petugas membawa peti mati berisi jasad korban virus corona COVID-19 yang diturunkan dari truk militer di pemakaman Ferrara, Italia, Sabtu (21/3/2020). Konvoi truk militer membawa korban meninggal COVID-19 dari Bergamo, kota pusat penyebaran COVID-19 di Italia. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Sejatinya, Italia mulai melonggarkan langkah-langkah itu awal bulan ini, ketika memungkinkan pabrik dan taman dibuka kembali pada 4 Mei 2020.

Keputusan terbaru ditandatangani oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte dan diterbitkan pada hari Sabtu 16 Mei 2020.

Beberapa wilayah Italia menyerukan pelonggaran pembatasan yang lebih cepat, tetapi Perdana Menteri Conte mengatakan mereka akan melonggarkan secara bertahap untuk menghindari gelombang kedua kasus virus corona.

Toko-toko dan restoran-restoran juga akan dibuka kembali mulai 18 Mei dengan memberikan jarak sosial diberlakukan.

Gereja-gereja Katolik sedang mempersiapkan kembalinya Misa pada hari yang sama, tetapi akan ada jarak sosial yang ketat dan para penyembah harus mengenakan masker. Kepercayaan lain juga akan diizinkan untuk mengadakan layanan keagamaan.

Pengumuman Conte datang tak lama setelah negara itu, yang dulunya merupakan pusat pandemi global, melaporkan penurunan lebih lanjut dalam jumlah kematian hariannya.Dilaporkan lebih dari 900 kematian pada 27 Maret, tetapi pihak berwenang mengatakan ada 262 pada hari Jumat.

Awal pekan ini, pemerintah menyetujui paket stimulus 55 miliar Euro yang dirancang untuk mengimbangi dampak ekonomi pandemi pada bisnis dan keluarga.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓