Menkes Brasil Mundur Usai Tak Sepakati Kebijakan Presiden Soal Pandemi Corona

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 16 Mei 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2020, 14:00 WIB
Ilustrasi bendera Brasil (AFP)

Liputan6.com, Brasilia - Menteri Kesehatan Brasil telah mengundurkan diri setelah bekerja selama kurang dari sebulan dalam pekerjaannya, menyusul ketidaksepakatan atas penanganan pemerintah atas meningkatnya pandemi Virus Corona COVID-19 di negara itu.

Mengutip BBC, Sabtu (16/5/2020), Nelson Teich telah mengkritik sebuah dekrit yang dikeluarkan oleh Presiden Jair Bolsonaro yang memungkinkan gym dan salon kecantikan dibuka kembali.

Namun, dia tidak memberikan alasan untuk pengunduran dirinya pada konferensi pers.

Menteri kesehatan yang menjabat sebelumnya, dipecat dengan alasan serupa yaitu tidak setuju dengan keputusan Bolsonaro.

Presiden sayap kanan terus menentang langkah-langkah lockdown.

Dia meremehkan virus itu sebagai "flu ringan" dan mengatakan bahwa penyebaran COVID-19 tidak terhindarkan. Hal ini pun kemudian menarik kritik global.

Angka kasus di Brasil baru-baru ini melonjak melewati Jerman dan Prancis terkait Virus Corona COVID-19. 

Brasil juga telah menjadi salah satu pusat pandemi dunia dengan lebih dari 218.000 kasus dan rekor 15.305 dalam 24 jam terakhir. Angka harian terbaru juga menunjukkan 824 kematian baru yang dicatat, sehingga jumlah kematian resmi menjadi 14.817.

2 dari 3 halaman

Alasan Pengunduran Diri Nelson Teich

Pasien Covid-19
Petugas medis memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)

Pada konferensi persnya, Teich tidak mengungkapkan mengapa dia mundur. Dia baru saja mengucapkan terima kasih kepada Presiden Bolsonaro karena memberinya kesempatan untuk melayani sebagai menteri dan memuji petugas layanan kesehatan.

Namun dia telah berselisih dengan presiden mengenai beberapa aspek tentang bagaimana pemerintah menghadapi epidemi yang semakin meningkat.

Dia tidak setuju dengan keinginan presiden untuk menggunakan chloroquine sebagai pengobatan. Obat ini telah mendapatkan perhatian luas meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada bukti pasti yang menyatakan bahwa obat itu berfungsi.

Teich juga berselisih dengan Presiden mengenai rencana untuk membuka kembali kegiatan ekonomi, dan mengatakan pekan lalu bahwa dia tidak diajak berkonsultasi sebelum perintah yang membuka jalan bagi pusat kebugaran, salon kecantikan dan penata rambut untuk dibuka kembali.

Tetapi perbedaan pendapat tentang bagaimana chloroquine harus digunakan adalah perdebatan terakhir, menurut laporan surat kabar Globo.

Nelson Teich adalah menteri kesehatan kedua yang meninggalkan jabatannya dalam waktu kurang dari sebulan. Sebelumnya, Luiz Henrique Mandetta dipecat pada bulan April setelah Presiden Bolsonaro secara terbuka mengkritiknya karena mendesak orang untuk mempraktekkan aturah physical distancing dan tetap berada di dalam ruangan.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓