Kisah Pilu Ibu di India Berjalan Kaki 160 KM Setelah Melahirkan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 14 Mei 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 14 Mei 2020, 21:00 WIB
Kelahiran Bayi

Liputan6.com, Jakarta- Kisah perjuangan seorang ibu di India mewarnai peringatan Hari Ibu Sedunia 2020. Ia menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sepanjang India dan melahirkan dalam perjalanannya, kemudian terus berjalan sejauh 160 kilometer dengan bayinya yang baru lahir.

Dilansir dari CNN, Kamis (14/5/2020), seorang ibu yang identitasnya tidak diketahui itu melakukan perjalanan dengan berjalan kaki bersama suaminya dan empat anak mereka dari kota Nashik, di Maharashtra, India, ke kota Satna di negara bagian sebelah Madhya Pradesh.

Seorang ibu itu berhenti dan melahirkan bayi perempuan di suatu tempat dalam perjalanan. Perjalanannya berhenti beberapa hari kemudian, saat bertemu dengan seorang pejabat di sebuah pos pemeriksaan di Madhya Pradesh, yaitu Kavita Kanesh.

Kavita Kanesh mengatakan kepada CNN, ibu dengan lima anak tersebut hanya beristirahat sekitar satu setengah hingga dua jam setelah dia melahirkan. Keluarga itu dikatakan tidak punya uang, tidak punya alat transportasi, dan tidak ada yang memberikan mereka tumpangan. 

Bayi itu dilaporkan lahir pada 5 Mei, menurut Kavita Kanesh, empat hari sebelum mereka mencapai pos pemeriksaan.

Selain itu, Kavita Kanesh juga mengatakan alasan seorang ibu dan keluarganya tersebut meninggalkan Nashik karena tidak punya tempat tinggal, dan pemberlakuan lockdown karena Virus Corona COVID-19 di India telah meninggalkan mereka tanpa sarana untuk mendapatkan penghasilan. 

 

2 dari 3 halaman

Fasilitas Karantina dan Perawatan Medis

20160311-Ilustrasi-Bayi-iStockphoto
Ilustrasi Bayi (iStockphoto)

Proses telah dilakukan untuk ibu tersebut agar ia segera dibawa ke fasilitas karantina dan menerima perawatan medis, kata Kavita Kanesh kepada CNN

Sejak pembatasan karena Virus Corona COVID-19 di India diberlakukan, ribuan pekerja migran telah berusaha untuk meninggalkan kota-kota di negara tersebut dan kembali ke desa-desa kampung halaman mereka. 

Beberapa juga dilaporkan terpaksa harus melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, karena penutupan transportasi umum yang meluas. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓