Perdana, Thailand Nol Kasus Corona COVID-19 Sejak 9 Maret

Oleh Tommy Kurnia pada 14 Mei 2020, 14:28 WIB
Diperbarui 14 Mei 2020, 14:28 WIB
Patung Buddha Raksasa

Liputan6.com, Bangkok - Kerajaan Thailand pertama kalinya melaporkan tak ada kasus baru Virus Corona (COVID-19). Ini berdasarkan pencatatan Rabu 13 April kemarin. Kondisi tersebut terjadi sejak 9 Maret.

Dilaporkan Bangkok Post, Kamis (14/5/2020), juru bicara pusat COVID-19 di Thailand, Dr. Taweesilp Visanuyothin, berkata total kasus di Thailand adalah 3.017 dan jumlah kematian 56.

Dr. Taweesilp mengapresiasi semua pihak yang membantu penanggulangan Virus Corona di Thailand.

Perkembangan ini dianggap positif karena menunjukan kasus tidak melonjak usai Thailand melonggarkan lockdown nasional pada 3 Mei lalu. Pelonggaran dilakukan bertahap, namun bisnis seperti restoran sudah kembali beroperasi.

"Saya berbahagia bersama semua pihak lainnya yang berkontribusi untuk mengendalikan penyakit ini," ujarnya. "Kita telah semakin baik sejak pembukaan bisnis yang dimulai pada 3 Mei lalu," ia melanjutkan.

Sejak 3 Mei, jumlah kasus baru Virus Corona telah turut menurun menjadi single digit di Thailand. Pengecualian terjadi pada 4 Mei di provinsi Songkhla.

Namun, Dr. Taweesilp berkata semua kasus itu berasal dari karantina, bukan penularan lokal.

"Sebetulnya, 4 Mei adalah hari pertama tidak ada kasus infeksi lokal karena 18 kasus yang ditemukan hari itu berasal dari fasilitas-fasilitas karantina. Pengumuman nol kasus hari ini membuat status nol kasus menjadi resmi," ujarnya.

2 dari 3 halaman

New Normal

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Dr. Taweesilp meminta agar masyarakat jangan lengah. Ia pun menyebut situasi new normal yang terjadi di Thailand, contohnya seperti physical distancing.

"Kita bisa santai tetapi jangan ceroboh," ujarnya.

"Tolong terus lakukan praktek-praktek new normal. Akhirnya, kita mungkin menjadi salah satu negara pertama yang mampu mengakhiri kesulitan akibat penyakit ini."

Dr. Taweesilp menegaskan nol kasus ini bukan karena pemerintah lalai melacak kasus baru. Ia menyebut pemerintah telah mengekspansi kriteria tes COVID-19 bagi masyarakat agar yang punya gejala ringan terdeteksi.

Bulan ini, ada 34.444 orang Thailand yang ikut tes dan hanya 0,18 persen yang positif Virus Corona COVID-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓