Pilot WN AS Meninggal Akibat Pesawat Jatuh di Danau Sentani, Ini Respons Kedubes

Oleh Tanti Yulianingsih pada 14 Mei 2020, 12:26 WIB
Diperbarui 14 Mei 2020, 12:26 WIB
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Liputan6.com, Jakarta - Pilot perempuan berkebangsaan Amerika Serikat dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan pesawat di Danau Sentani. Joyce Chaisin Lin (40), terlibat peristiwa nahas itu pada Selasa 12 Mei 2020 pukul 06.29 WIT.

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis. Sementara itu untuk badan pesawat talah berhasil dievakuasi dari dasar danau.

Mengetahui kabar tersebut, pihak Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta merespons.

"Kami mengetahui adanya laporan mengenai kematian seorang warga negara Amerika Serikat di Papua. Kami memberikan pelayanan konsuler yang sesuai," ujar salah satu juru bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta kepada Liputan6.com melalui surat elektronik, yang diterima Rabu 13 Mei 2020.

Pilot Joyce Chaisin Lin diketahui beralamat di Kompleks MAF jalan AMA Sentani RT06/RW03 Kel Sentani Kota Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal merilis insiden jatuhnya pesawat Cessna di Danau Sentani.

"Iya benar, terjadi Insiden jatuhnya pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) jenis Cessna No. Reg. K100 PK-MEC," tulis Kombes Kamal saat dikonfirmasi, Selasa 12 Mei 2020.

Adapun dalam kecelakaan penerbangan yang dipiloti WN Amerika Serikat ini tidak berdampak terhadap arus penerbangan di Bandara Sentani. 

2 dari 3 halaman

Kronologi Kecelakaan

Pesawat Tergelincir dan Jatuh
Ilustrasi Pesawat Jatuh (iStockphoto)

Kombes Kamal mengatakan, pesawat yang dipiloti Joice Lin dengan rute Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura menuju Distrik Mamit di Kabupaten Tolikara.

Kombes Kamal menejelaskan, kronologi jatuhnya pesawat terjadi pada Pukul 06.27 WIT, saat pesawat jenis kodiak K-100 PK - MEC milik MAF take off dari Bandara Sentani tujuan Distrik Mamid Kabupaten Tolikara.

Kemudian, pada pukul 06.29 WIT pilot memanggil tower "Mayday" dan meminta RBT (mendarat darurat), selanjutnya petugas tower memanggil namun tidak ada jawaban dari pilot alias hilang kontak.

"Jadi pesawat dengan register PK-MEC direncanakan terbang dari Bandara Sentani Kabupaten Jayapura menuju Distrik Mamit Kabupaten Tolikara dengan membawa bahan sembako dan tidak berpenumpang," jelas Kombes Kamal.

Sementara itu, untuk dugaan penyebab jatuhnya pesawat masih diidentifikasi oleh penyidik tim gabungan.

"Sementara untuk penyebab jatuhnya pesawat masih dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan," tutur Kombes Kamal.

    

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓