Bongkahan Puing Roket China Dikabarkan Jatuh dan Nyaris Hancurkan New York

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 13 Mei 2020, 19:16 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 19:16 WIB
Ilustrasi roket

Liputan6.com, Jakarta - Bongkahan roket milik China yang beberapa waktu lalu diluncurkan jatuh ke Bumi dan sempat menabrak atmosfer. Bongkahan berukuran besar ini disebut-sebut nyari melesat ke kota New York.

Dikutip dari laman New York Post, Rabu (13/5/2020) roket Long March 5B jatuh ke Bumi dan diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk tiba di daratan.

Roket dengan panjang sekitar 100 kaki diluncurkan pada 5 Mei 2020, membawa prototipe tanpa awak dari kapsul kru Tiongkok yang baru dirancang.

Sekitar satu minggu di orbit, tahap inti 20 ton roket jatuh kembali ke atmosfer sekitar pukul 11 ​​pagi hari ini.

Puing itu bergerak dengan kecepatan ribuan mil per jam, dan sebagian besar terbakar dalam perjalanan turun menuju Bumi.

Menurut Komando Angkasa Luar AS, yang melacak keadaan angkasa luar menyebut jika ada banyak 'sampah angkasa luar' yang kembali ke Bumi.

Komando Angkasa Luar AS juga menyebut banyak puing telah mendarat di sebuah kota di Pantai Gading. Tidak ada cedera yang dilaporkan.

Biasanya, peluncuran dua tahap akan menjatuhkan roket pertamanya ke laut sebelum mencapai orbit - alih-alih membiarkan benda besar kembali turun tak terkendali, menurut NASA.

Ini bukan kali pertama dunia menganggap China menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap puing-puing bekas roket mereka.

Pada November 2019, salah satu pendorong roketnya miliki China juga jatuh di sebuah desa di negara tersebut.

Dan bahkan dikabarkan mengeluarkan bahan bakar beracun dan menghancurkan setidaknya satu bangunan.

2 dari 3 halaman

Mendarat Selamat

Ilustrasi peluncuran roket, pesawat ulang-alik
Ilustrasi peluncuran roket, pesawat ulang-alik. Kredit: skeeze via Pixabay

Setelah mengalami hambatan pada bagian awal uji utama, China Manned Space Agency menyatakan, pesawat ruang angkasa tersebut tiba dengan selamat di lokasi yang telah ditentukan.

Pesawat ruang angkasa itu berada di orbit selama 2 hari 19 jam dan telah menyelesaikan sejumlah percobaan, kata Badan Antariksa China tersebut. Struktur kabin pesawat ruang angkasa juga telah dikonfirmasi dalam kondisi utuh. 

Kembalinya pesawat ruang angkasa yang meluncur tanpa awak itu dikatakan menandakan kemampuan pesawat dalam ketahanan seperti terhadap panas, yang memasuki atmosfer bumi menghadapi suhu tinggi. 

Kembalinya pesawat ruang angkasa yang meluncur tanpa awak itu dikatakan menandakan kemampuan pesawat dalam ketahanan seperti terhadap panas, yang memasuki atmosfer bumi menghadapi suhu tinggi.

Pesawat ruang angkasa tersebut diharapkan suatu hari dapat membawa astronaut ke stasiun ruang angkasa yang China rencanakan akan selesai pada tahun 2022 mendatang dan akhirnya ke Bulan. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait