Indonesia Belum Masuk Daftar Negara Hampir Kalahkan Corona COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Mei 2020, 17:01 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 17:03 WIB
Jokowi Minta Kementerian Arahkan Program Dukung Penanganan Corona
Perbesar
Presiden Joko Widodo melakukan video teleconference dengan Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Jokowi menginstruksikan percepatan agenda kerja semua kementerian. (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah situs bernama EndCoronavirus.org menampilkan grafik negara-negara yang sudah berhasil mengalahkan Virus Corona (COVID-19, negara yang sudah hampir mengalahkannya, dan negara yang masih butuh tindakan. 

Totalnya ada 32 negara yang dinilai sudah mengalahkan Virus Corona, di antaranya Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, hingga Vietnam. 

Ada pula negara yang masuk kategori hampir mengalahkan Virus Corona. Totalnya, ada 31 negara yang masuk kategori ini. Negeri jiran Malaysia, Turki, dan Jepang masuk kategori ini, tetapi tidak ada nama Indonesia.

Indonesia berada di kategori terakhir yakni negara yang masih butuh tindakan. Grafik Indonesia menunjukan penularan Virus Corona masih terus meningkat. Hal serupa dialami India, Italia, Argentina, dan Uni Emirat Arab. 

Inggris dan Amerika Serikat juga masuk kategori tersebut, tetapi grafiknya terlihat mulai melandai. 

Dan berikut 31 negara yang hampir mengalahkan Virus Corona per Rabu (13/5/2020):

2 dari 5 halaman

31 Negara yang Hampir Mengalahkan Pandemi Corona

Lockdown Dilonggarkan, Warga Jerman Serbu Toko-Toko
Perbesar
Seorang barber memotong rambut pelanggan di Berlin, Jerman (9/5/2020). Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa pembatasan terkait COVID-19 akan dilonggarkan, sementara peraturan kebersihan dan jaga jarak sosial (social distancing) minimum akan terus diberlakukan. (Xinhua/Binh Truong)

Daftar negara dari berbagai penjuru dunia yang dinilai berhasil meredam Virus Corona, beserta jumlah kasusnya.

Data diambil situs EndCoronavirus.org dari Johns Hopkins University. 

1. Albania: 868 kasus

2. Belgia: 53.080 kasus

3. Bosnia: 2.117 kasus

4. Burkina Faso: 751 kasus

5. Kosta Rika: 792 kasus

6. Siprus: 898 kasus

7. Ceko: 8.123 kasus

8. Denmark: 10.627 kasus

9. Prancis: 177.082 kasus

10. Georgia: 635 kasus

11. Jerman: 171.863 kasus

12. Hungaria: 3.263 kasus

13. Irlandia: 22.996 kasus

14. Israel: 16.476 kasus

15. Italia: 219.050 kasus

 

3 dari 5 halaman

Jepang Juga Hampir Kalahkan Corona

Ditengah Pandemi Covid-19, Warga Jepang Padati Taman Nikmati Musim Semi
Perbesar
Seorang wanita mengenakan masker berjalan selama pandemi Covid-19 di sebuah taman di Yokohama, dekat Tokyo, (29/4/2020). PM Jepang Shinzo Abe memperluas keadaan darurat ke seluruh Jepang dari hanya Tokyo dan perkotaan lainnya. daerah sebagai virus terus menyebar. (AP /Koji Sasahara)

16. Jepang: 15.672 kasus

17. Kirgizstan: 1.002 kasus

18. Malaysia: 6.634 kasus

19. Belanda: 42.826 kasus

20. Nigeria: 821 kasus

21. Makedonia Utara: 1.642 kasus

22. Norwegia: 8.105 kasus

23. Portugal: 27.581 kasus

24. San Marino: 628 kasus

25. Serbia: 10.032 kasus

Berikutnya: 

 

4 dari 5 halaman

Swiss hingga Turki

Pemandangan Udara Istanbul Selama Pandemi
Perbesar
Pandangan udara yang diambil pada 2 Mei 2020 menunjukkan jalan-jalan kosong mengarah ke alun-alun Eminonu dan masjid baru selama penerapan jam malam tiga hari untuk mencegah penyebaran covid-19 di Istanbul. (Photo by Ozan KOSE / AFP)

26. Spanyol: 224.348 kasus

27. Sri Lanka: 862 kasus

28. Swiss: 30.305 kasus

29. Turki: 138.567 kasus

30. Uruguay: 707 kasus

31. Uzbekistan: 2.418 kasus

Pendirinya situs tersebut adalah Prof. Yaneer Bar-yam dari New England Complex Systems Institute.

Prof. Yaneer Bar-yam adalah lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan merupakan visiting scholar di Departemen Biologi Molekuler dan Seluler di Universitas Harvard dan Federal Reserve Bank of Boston.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓