China Tunda Terima Impor Daging Australia, Karena Penyelidikan Asal Corona COVID-19?

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 13 Mei 2020, 13:21 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 13:21 WIB
Sapi

Liputan6.com, Jakarta- China telah menunda impor daging dari setidaknya untuk empat tempat pemotongan daging diĀ Australia, di tengah meningkatnya ketegangan antara Pemerintah Federal dan Beijing.

Pabrik Kilcoy, Beef City di Toowoomba, pabrik daging Dinmore di Brisbane dan Perusahaan Daging Koperasi Utara di Casino di New South Wales telah ditunda oleh mitra dagang terbesar Australia.

Menurut The Australian, keempat pabrik itu belum dihapuskan secara resmi, juga tidak kehilangan lisensi di China.

Menteri Perdagangan, Simon Birmingham, menegaskan bahwa Australia "tidak dalam perang apa pun," seperti dikutip dari News.com.au, Rabu, (13/5/2020).

2 dari 3 halaman

Ancaman Tarif Hingga 80 Persen

20151103-Ilustrasi Mengelola Perencanaan Keuangan (iStockphoto)
Ilustrasi Keuangan (iStockphoto)

Pemerintah China telah mengancam produsen gandum Australia dengan tarif hingga 80 persen.

Kementerian Perdagangan China memberi waktu 10 hari bagi produsen gandum di Australia untuk menanggapi penyelidikan anti-dumping yang telah dilakukan terhadap impor biji-bijian Australia sejak tahun 2010.

Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham mengatakan langkah ini sangat memprihatinkan dan "tidak dibenarkan". Ia juga menambahkan bahwa pemerintah bekerja sama dengan industri biji-bijian Australia untuk meningkatkan kasus terkuat melawan investigasi anti-dumping China selama 18 bulan.

Ancaman ini datang pada saat Australia melakukan tinjauan independen terhadap asal-usul Virus Corona COVID-19, suatu pendekatan yang telah ditolak oleh China.

Pemerintah Scott Morrison telah menyerukan penyelidikan asal Virus Corona COVID-19 selama beberapa minggu untuk lebih memahami bagaimana virus dimulai di Wuhan, China. Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengatakan pemerintah mendukung pergerakan Uni Eropa untuk penyelidikan independen.

Pemeriksaan semacam itu nampaknya memicu respons keras dari mitra dagang nomor satu Australia, yang selanjutnya merusak kemitraan antara kedua negara.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓