Ada Lonjakan Pasien Corona COVID-19 di Italia Akibat Kasus Lama Terungkap

Oleh Tommy Kurnia pada 13 Mei 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 13 Mei 2020, 10:29 WIB
Kasus Kematian Akibat Virus Corona COVID-19 di Italia
Perbesar
Pekerja membersihkan permukaan jalan di Piazza del Duomo, Milan, 31 Maret 2020. Pandemi COVID-19 terus menyebar di Italia pada Selasa (31/3), menambah total jumlah terinfeksi, kematian dan pulih menjadi 105.792, menurut data terbaru Departemen Perlindungan Sipil Italia. (Xinhua/Daniele Mascolo)

Liputan6.com, Roma - Kasus Virus Corona (COVID-19) di Italia kembali melonjak ke angka 1.402 pada Selasa kemarin. Padahal, dua hari lalu angkanya sudah di bawah seribu.

Dilaporkan Time, Rabu (13/5/2020), mayoritas berasal dari Lombardia, yakni 1.033 kasus. Total kasus positif di Italia kini mencapai 221.216 kasus.

Untuk jumlah pasien meninggal pada hari yang sama mencapai 172 orang, sehingga jumlah total meninggal mencapai 30.911 di Italia. Hampir setengah korban meninggal akibat Corona jenis baru di Italia berasal dari Lombardia.

Menurut Reuters, melonjaknya kasus positif di Lombardia dalam sehari akibat adanya ratusan kasus yang sebelumnya tak sempat dilaporkan, alias kasus lama.

Awal bulan ini, Italia telah memutuskan melonggarkan lockdown. Otoritas kesehatan Italia kini sedang waswas menanti apakah pelonggaran itu meningkatkan tingkat penularan Virus Corona jenis baru.

Berdasarkan data CoronaTracker, total pasien sembuh di Italia mencapai 109.039 atau hampir 50 persen dari keseluruhan kasus. Persentase kematian di negara itu juga tinggi, yakni 14 persen.

Kasus Virus Corona di Italia adalah tertinggi nomor lima di dunia. Kasus tertinggi berada di AS dengan total 1,4 juta.

2 dari 3 halaman

10 Negara dengan Kasus Tertinggi

Pasien Covid-19
Perbesar
Petugas medis memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)

10 kasus tertinggi di dunia berdasarkan data CoronaTracker:

1. AS: 1,4 juta kasus

2. Spanyol: 269 ribu kasus

3. Rusia: 232 ribu kasus

4. Inggris: 226 ribu kasus

5. Italia: 221 ribu kasus

6. Prancis 178 ribu kasus

7. Brasil: 177 ribu kasus

8. Jerman: 173 ribu kasus

9. Turki: 141 ribu kasus

10. Iran: 110 ribu kasus

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓