Usai Sukses Lockdown, Selandia Baru Kian Longgarkan Kebijakan Pembatasan

Oleh Tommy Kurnia pada 11 Mei 2020, 19:05 WIB
Diperbarui 11 Mei 2020, 19:06 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern

Wellington - Selandia Baru menjadi salah satu contoh negara yang berhasil melaksanakan lockdown di tengah pandemi Virus Corona COVID-19. Level pembatasan sosial pun terus diturunkan. 

Dilaporkan ABC Australia, Senin (11/5/2020), Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan mulai hari Kamis besok, tingkat waspada di Selandia baru diturunkan ke tingkat 2.

Ini berarti restoran, toko, pusat kebugaran dan tempat bermain dipebolehkan untuk buka kembali setelah tutup akibat lockdown.

Warga Selandia Baru akan boleh bertemu dengan keluarga dan teman dalam kelompok sampai 10 orang, sama seperti jumlah maksimal warga Australia yang ingin bertemu di luar ruangan.

Sekolah juga akan dibuka bertahap mulai 18 Mei.

Sebelumnya semua ditutup, sekarang restoran dan kafe boleh melayani pelanggan lagi dengan maksimum 10 orang duduk di satu meja. Namun bar belum boleh dibuka dan masih harus ditutup selama seminggu lagi.

PM Ardern mengatakan hanya ada 19 kasus aktif COVID-19 di negaranya, dengan hanya dua orang dirawat di rumah sakit. "Kita melakukan penutupan cepat dan lebih awal," kata Ardern.

"Kita berhasil menguasai virus dan sekarang dalam posisi dimana kita bisa melonggarkan pengawasan dan membuka lagi perekonomian."

Meski kebijakan lockdown akan dilonggarkan, PM Ardern juga memperingatkan social distancing atau menjaga jarak antara individu yang masih diterapkan, karena penularan Virus Corona masih mungkin terjadi.

"Artinya kita tetap melanjutkan pengawasan ketat di perbatasan, physical distancing dan kebersihan tangan tetap akan menjadi pertahanan utama melawan virus."

2 dari 3 halaman

Ingin Peluk Saudara

Jacinda Ardern
Jacinda Ardern (AP Photo/Nick Perry)

PM Ardern menyarankan warga Selandia Baru untuk mengunjungi sanak keluarga, teman dan pusat wisata, namun dengan cara yang bertanggung jawab.

"Pergi kunjungi ibu Anda, namun jangan jadikan sebagai reuni besar-besaran," kata Ardern. 

Ketika ditanya apa yang paling ingin dilakukannya setelah aturan pelonggaran dicabut, PM Ardern mengatakan dia sangat ingin mengunjungi saudara perempuannya dan memeluknya.

Selandia Baru belum membuka perjalanan internasional, meski pembicaraan untuk membuka apa yang disebut sebagai 'trans-Tasman bubble' masih menjadi bahasan oleh pemerintah Australia dan Selandia Baru.

PM Ardern mengatakan kabinetnya akan mempertimbangkan lagi pelonggaran lainnya dalam dua minggu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓