Virus Corona Masuk Gedung Putih, Donald Trump Jalani Tes COVID-19 Tiap Hari

Oleh Tommy Kurnia pada 11 Mei 2020, 20:40 WIB
Diperbarui 11 Mei 2020, 20:40 WIB
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)
Perbesar
Presiden AS Donald Trump (AP PHOTO)

Liputan6.com, Washington, D.C. - Gedung Putih tempat presiden Amerika Serikat bekerja sudah tidak lagi kebal dari Virus Corona COVID-19. Tercatat, valet Presiden Donald Trump dan sekretaris Wapres Mike Pence sudah positif terkena virus itu.

Akibatnya, tiga pemimpin insitusi kesehatan AS harus mengisolasi diri, yakni Dr. Anthony Fauci, Dr. Robert Redfield, dan Dr. Stephen Hahn.

Gedung Putih langsung membuat kebijakan baru agar berbagai antisipasi Virus Corona jenis baru ditingkatkan. Di antaranya seperti bersih-bersih secara mendalam, mengikuti panduan social distancing, pemeriksaan suhu harian, dan meninjau riwayat gejala.

"Dokter presiden dan operasional Gedung Putih terus bekerja dengan erat untuk memastikan setiap pencegahan diambil agar presiden, keluarga presien, dan seluruh kompleks Gedung Putih aman dan sehat sepanjang waktu," ujar jubir Gedung Putih Judd Deere, seperti dikutip USA Today, Senin (11/5/2020).

Donald Trump dan wakilnya akan dites Virus Corona setiap hari, begitu pula staf yang berdekatan dengan mereka. Tamu-tamu yang datang ke Gedung Putih turut dites.

Ketika valetnya positif Virus Corona, Presiden Trump sudah ikut tes lagi dan hasilnya negatif.

Wapres Pence berkata tidak akan melakukan isolasi mandiri meski sekretarisnya positif Virus Corona. Hasil tes Pence juga negatif.

Saat ini, kasus Virus Corona terbanyak di dunia berada di Amerika Serikat. Total kasus di dunia sudah mencapai 4,1 juta.

2 dari 3 halaman

Update 11 Mei: 4,1 Juta Orang di Dunia Positif Corona COVID-19

Presiden AS Donald Trump dalam briefing melawan Virus Corona (COVID-19) di Gedung Putih.
Perbesar
Presiden AS Donald Trump dalam briefing melawan Virus Corona (COVID-19) di Gedung Putih. Dok: Gedung Putih

Infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai 4.101.482 kasus. 1.408.771 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE

Jumlah kesembuhan pasien Corona COVID-19 paling besar kini tercatat di Amerika Serikat, yang mencapai 216.169 dan Jerman dengan 144.400 orang pulih. Kasus di AS sebanyak 1.329.225.

Saat ini, Spanyol, Inggris, Italia, dan Rusia tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah Amerika Serikat, menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Senin, (11/5/2020). 

Jumlah kasus infeksi Corona COVID-19 terbesar kedua tercatat di Spanyol, yang mencapai 224.350 kasus dengan 136.166 pasien pulih.

Kasus infeksi terbesar ketiga kini tercatat di Inggris, yang telah naik diatas Italia, mencapai 220.449 kasus dengan 1.002 orang pulih.

Lalu 219.070 orang dinyatakan positif mengidap Virus SARS-CoV-2 di Italia, dengan 105.186 orang pulih. 

Pasien positif Corona COVID-19 di Rusia tercatat sebagai kelima terbesar, yakni sebanyak 209.688 kasus dengan 1.915 pasien pulih.

Sementara itu, otoritas di Wuhan pada Minggu, 10 Mei 2020 melaporkan kasus pertama pasien yang terpapar Corona COVID-19 setelah lebih dari sebulan dinyatakan bebas dari virus tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by