Usai Lockdown Corona COVID-19, Provinsi Hubei Kebanjiran 7,3 Juta Wisatawan

Oleh Tommy Kurnia pada 07 Mei 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 07 Mei 2020, 08:00 WIB
Pertunjukan Cahaya Lawan COVID-19 Hiasi Wuhan
Perbesar
Pemandangan malam hari Kota Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei, China tengah (13/4/2020). Pertunjukan cahaya bertema "perjuangan melawan COVID-19" digelar setiap malam di Wuhan baru-baru ini. (Xinhua/Wang Yuguo)

Liputan6.com, Wuhan - Provinsi Hubei di China sempat menjadi pusat penyebaran Virus Corona (COVID-19). Lockdown pertama kali terjadi di provinsi tersebut yang ibu kotanya adalah Wuhan.

Pemerintah China sudah mencabut lockdown di Hubei sejak Maret lalu, dan kini pariwisata mulai bangkit. Berdasarkan data liburan Hari Buruh di China, ada 7,3 juta wisatawan yang berkunjung ke Hubei.

Dilaporan Xinhua, Rabu (6/5/2020), 7,3 juta wisatawan itu adalah total pengunjung dari tanggal 1 hingga 5 Mei kemarin. Total uang yang diraup dari wisatawan mencapai 2,45 miliar yuan (Rp 5,2 triliun).

Angka itu tercatat masih turun ketimbang tahun lalu, tetapi itu menjadi pertanda bahwa industri pariwisata di China sudah mulai pulih. Wuhan pun sudah mulai kedatangan turis, namun warga diminta melakukan social distancing dan memakai masker.

Lockdown di Hubei adalah yang paling ketat di dunia. Setiap orang bahkan tak bisa keluar atau masuk wilayah itu.

Daerah lain yang kebanjiran turis adalah wilayah Xinjiang. Pada liburan Hari Buruh, ada 4,4 juta turis yang datang dan menghasilkan 1,78 miliar yuan (Rp 3,7 triliun).

Totalnya, ada lebih dari 100 juta turis China yang menikmati liburan Hari Buruh usai lockdown selesai. Transportasi udara pun menjadi pilihan.

Menurut data CGTN, ada 23,3 juta trip liburan tiap harinya, dengan rincian 580 ribu penumpang pesawat, 5 juta penumpang kereta, 17,8 juta lewat angkutan darat, dan 450 libu perjalanan jalur air.

2 dari 3 halaman

100 Juta Turis Liburan

Pertunjukan Cahaya Lawan COVID-19 Hiasi Wuhan
Perbesar
Pemandangan malam hari Kota Wuhan yang terletak di Provinsi Hubei, China tengah (13/4/2020). Pertunjukan cahaya bertema "perjuangan melawan COVID-19" digelar setiap malam di Wuhan baru-baru ini. (Xinhua/Wang Yuguo)

Jutaan orang di dunia kini kesulitan ke luar kota karena adanya lockdown. Industri pariwisata, perhotelan, dan penerbangan di berbagai negara pun tak berkutik akibat pandemi Corona (COVID-19).

Nasib berbeda dirasakan masyarakat China. Kini, jutaan warga China sedang menikmati libur panjang di awal bulan Mei untuk berwisata. 

Media China melaporkan ada 104 juta perjalanan domestik di China dalam lima hari terakhir. Lonjakan ini berkat dilonggarkannya kebijakan terkait Virus Corona.

Selasa kemarin, Xinhua melaporkan sebanyak 124 lokasi wisata Beijing kedatangan 1,89 juta pengunjung pada tiga hari pertama liburan. Di Shanghai, lebih dari 1 juta turis mengunjungi berbagai tempat wisata.

Kota Terlarang juga kembali buka, namun jumlah turis dibatasi 5.000 per hari meski Virus Corona sudah reda. Untuk liburan alam, ladang bunga di Provinsi Sichuan juga mulai dikunjungi turis.

Selama empat hari pertama dari musim liburan ini, uang yang dihasilkan mencapai 43,2 miliar yuan (Rp 92,3 triliun). Pendapatan itu masih turun dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 117 miliar yuan (Rp 249 triliun).

Kementerian Budaya dan Pariwisata China mencatat pada 1 hingga 4 Mei tercatat ada total 104 juta turis.

Peningkatan turis ini dipandang sebagai mulai bangkitnya industri pariwisata di China usai pandemi Virus Corona yang diklaim sudah mereda di negara tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓