8 Hal yang Bisa Terjadi Jika Vaksin Corona COVID-19 Tak Ditemukan

Oleh Tommy Kurnia pada 05 Mei 2020, 20:10 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 20:10 WIB
Gambar ilustrasi diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Food and Drug Administration AS menunjukkan Virus Corona COVID-19. (US Food and Drug Administration/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya membuat vaksin Virus Corona (COVID-19) sedang dikejar berbagai negara. Vaksin menjadi kunci agar kehidupan bisa sepenuhnya normal dari pandemi ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menebar janji bahwa sebelum akhir tahun, vaksin sudah tersedia. Namun, vaksin diperkirakan baru ada pada tahun depan.

Baru-baru ini, Inggris juga bertekad menjadi pemimpin dalam pencarian vaksin Corona. Inggris turut menggandeng banyak negara dalam upaya mencari vaksin ini, mulai dari Jepang, Norwegia, hingga Arab Saudi.

Universitas Oxford juga sudah mulai menguji vaksin Corona mereka pada manusia. Peneliti Oxford sangat optimistis vaksin mereka akan sukses.

Namun, ilmuwan turut mempertimbangkan skenario terburuk, yakni jika vaksin tidak pernah ditemukan.

Bila demikian apa yang terjadi? Berikut 8 kemungkinannya seperti dilaporkan CNN, Selasa (5/5/2020):

2 dari 10 halaman

1. Tes Virus Corona akan jadi bagian hidup yang tak bisa dipisahkan. Begitu pula contact tracing.

Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Ikuti Tes Swab PCR
Petugas medis melakukan tes swab kepada pengguna KRL Commuter Line dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Selasa, (5/5/2020). Pemkot Bekasi melakukan tes swab secara massal setelah tiga penumpang KRL dari Bogor terdeteksi terpapar virus corona (Liputan6.com/Herman Zakharia)
3 dari 10 halaman

2. Isolasi atau Lockdown menjadi kebiasaan baru dalam melawan COVID-19 di dunia. Jika vaksin tak ditemukan, isolasi mendadak bisa terjadi banyak negara.

lockdown
ilustrasi lockdown virus corona/copyright by NG-Spacetime (Shutterstock)
4 dari 10 halaman

3. Ada obat, tapi wabah tetap ada. Berbagai negara memakai obat eksisting yang dianggap mampu melawan Virus Corona seperti Avigan, Hydroxychloroquine, dan Remdesivir.

Obat Avigan. ©AFP PHOTO/Kazuhiro Nogi
Obat Avigan. ©AFP PHOTO/Kazuhiro Nogi
5 dari 10 halaman

4. Penyakit HIV yang belum memiliki vaksin bisa jadi pelajaran. Obat seperti PrEp berhasil meredam gejala HIV. Pengetahuan publik terkait HIV juga sudah meningkat.

Ilustrasi HIV/AIDS (2)
Ilustrasi HIV/AIDS
6 dari 10 halaman

5. Olahraga tim seperti sepak bola bisa kembali berlanjut, asalkan para pemain tes Virus Corona COVID-19 secara rutin.

jadwal pertandingan dan siaran langsung sepak bola_2
Ilustrasi
7 dari 10 halaman

6. Kondisi bisnis restoran sangat terdampak pandemi Corona COVID-19. Mereka dapat kembali aktif jika virus reda dengan menerapkan social distancing, tetapi selama virus ini masih ada, mereka harus siap-siap tutup jika ada lonjakan kasus.

Ilustrasi restoran
Ilustrasi restoran
8 dari 10 halaman

7. Sistem kesehatan yang kuat menjadi tameng jika tak ada vaksin Virus Corona COVID-19. Negara yang lebih miskin diprediksi lebih kesulitan menghadapinya jika tak ada vaksin.

800 Juta Warga India Hidup Dalam Kemiskinan
Seorang gadis muda memandikan saudaranya di sebelah jalur kereta api di New Delhi, India, Selasa (16/10). Hasil survei terhadap 104 negara yang dirilis bulan lalu menemukan bahwa sekitar 1,3 miliar orang hidup dalam kemiskinan. (AP Photo/Altaf Qadri)
9 dari 10 halaman

8. Herd Immunity masih menjadi pembahasan, namun ditentang banyak negara karena sangat berbahaya. Pakar menyebut vaksin tetap lebih baik ketimbang herd immunity.

Penumpang KRL di Stasiun Bekasi
Calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5/2020). Pihak Stasiun Bekasi menerapkan jaga jarak antar penumpang, membatasi jumlah penumpang hingga 50% dan membatasi jam operasional dari pukul 06.00 hingga 18.00. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
10 dari 10 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓