Menlu AS Minta Media Jangan Dikekang Sampaikan Informasi Soal Corona COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 05 Mei 2020, 16:24 WIB
Diperbarui 05 Mei 2020, 16:24 WIB
(Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Perbesar
Ilustrasi rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan menyorot pekerjaan jurnalis di tengah epidemi Corona (COVID-19). Peran media dinilai penting agar masyarakat bisa mendapat informasi yang terbuka. 

"Tahun ini, saat dunia menghadapi pandemi COVID-19, sangat penting bagi para jurnalis profesional maupun jurnalis warga untuk melaporkan secara bebas apa yang mereka lihat dan dengar, serta untuk mengekspresikan pendapat mereka secara terbuka," ujar Pompeo dalam rilis resmi, Selasa (5/5/2020).

Mantan pemimpin CIA ini berkata media yang independen dapat ikut menyelamatkan nyawa di tengah pandemi ini. Pompeo juga mengapresiasi media yang bertanya secara kritis kepada pemerintah di tengah pandemi Corona ini. 

"(Media) menghabiskan waktu yang tak terhitung untuk mengejar fakta dan memverifikasi keakuratannya, serta melakukan yang terbaik untuk mengajukan pertanyaan sulit yang dirancang untuk menuntut pertanggungjawaban para pejabat publik dan pakar yang mereka andalkan sebagai sumber informasi," jelas Pompeo. 

Pompeo lantas mengkritik pihak pemerintah yang mencoba mengekang akses jurnalis, apalagi yang memakai ancanam hukuman pidana agar informasi yang kritis tidak ditayangkan. Upaya penyensoran seperti itu diminta segera berakhir.

Menlu Pompeo kembali menekankan pujiannya kepada insan pers yang notabene berbahaya, seperti terkena ancaman. Hal seperti itu tak hanya terjadi tak hanya di wilayah konflik, tetapi juga di daerah yang ada pandemi Virus Corona seperti sekarang. 

"Kami memuji keberanian dan tekad media independen. Pekerjaan mereka menantang namun bermanfaat bagi kita semua. Banyak jurnalis bekerja dalam risiko bahaya akan kehilangan nyawa dan kebebasan," jelas Pompeo. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bebaskan Jurnalis

Gina Haspel (kiri) bersama dengan Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo (kanan) dalam pelantikan direktur CIA (AP?Evan Vucci)
Perbesar
Gina Haspel (kiri) bersama dengan Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo (kanan) dalam pelantikan direktur CIA (AP?Evan Vucci)

Tak hanya mendukung jurnalis yang melaksanakan peliputan berita, Mike Pompeo menyerukan agar tidak ada lagi jurnalis yang mendekam di jeruji besi akibat pekerjaan mereka. Permintaan ini Menlu AS sampaikan ke dunia internasional. 

"Kami menyerukan kepada semua pemerintah agar membebaskan para jurnalis yang dipenjara karena pekerjaan mereka dan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang melakukan kejahatan terhadap mereka," ujarnya.

Pompeo pun menyampaikan apreasiasi ke kalangan masyarakat sipil yang membantu kepentingan jurnalistik. Ia berharap tindakan itu bisa menjadi teladan bagi yang lainnya.

"Kami memuji organisasi masyarakat sipil yang melakukan advokasi tanpa kenal lelah demi kepentingan para jurnalis, dan kami mendorong orang-orang dari sektor swasta yang memberikan dukungan yang murah hati guna menjaga keberlanjutan media independen," pungkasnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya