Inggris Ajak Jepang hingga Arab Saudi untuk Buat Vaksin Corona COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Mei 2020, 20:25 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 20:38 WIB
Ratu Elizabeth II

Liputan6.com, London - Pemerintah Inggris bertekad menjadi pemimpin dunia dalam membuat vaksin Virus Corona COVID-19. Berbagai institusi dan negara turut dilibatkan agar memuluskan rencana ini, mulai dari Jepang hingga Arab Saudi. 

Hari ini Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menjadi tuan rumah bersama dengan Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Norwegia, Arab Saudi dan Komisi Eropa dalam sebuah konferensi internasional besar untuk mempercepat pembuatan vaksin, perawatan dan tes virus Corona yang dilakukan oleh beberapa negara dan institusi. 

Perdana Menteri Boris Johnson akan mengonfirmasi janji Inggris untuk pendanaan sebesar 388 juta poundsterling untuk penelitian vaksin, tes, dan perawatan.

Ini adalah bagian dari komitmen bantuan Inggris senilai total 744 juta poundsterling untuk membantu mengakhiri pandemi dan mendukung ekonomi global, termasuk 250 juta poundsterling untuk Koalisi Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (CEPI) untuk mengembangkan vaksin melawan Virus Corona.

"Semakin kita berkumpul dan berbagi keahlian, semakin cepat ilmuwan kita akan berhasil. Upaya untuk menemukan vaksin untuk mengalahkan virus ini bukanlah persaingan antar negara, tetapi upaya bersama yang paling mendesak dalam kehidupan kita," ujar PM Johnson dalam keterangan resmi Kedubes Inggris, Senin (4/5/2020). 

Di Inggris, upaya keras untuk pengembangan vaksin terus berjalan. Minggu lalu Universitas Oxford dan AstraZeneca mengumumkan kemitraan untuk mendukung pembuatan skala besar dan potensi distribusi vaksin yang saat ini sedang diuji coba oleh universitas.

Pada tanggal 4 Juni, Inggris akan menjadi tuan rumah KTT Vaksin Global, menyatukan negara-negara dan organisasi untuk mengikuti jejak Inggris dalam membantu pendanaan untuk Gavi, Aliansi Vaksin sebagai investasi yang sangat penting dalam penyediaan vaksin.

Perwakilan Inggris di Indonesia menyebut pencarian vaksin Virus Corona bukanlah perlombaan, melainkan butuh kolaborasi antara negara. Vaksin pun ditargetkan bisa tersedia dengan harga terjangkau.

"Untuk melawan virus Corona, kita harus bekerjasama, bukan bersaing. Masa-masa tantangan global yang belum pernah terjadi ini menuntut kreativitas, kolaborasi, dan kebaikan dari kita semua. Indonesia dan Inggris bersatu dan bekerjasama dalam sistem multilateral menuju ketersediaan vaksin yang terjangkau," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins.

2 dari 3 halaman

Rincian Dana dari Inggris

Ilustrasi Bendera Inggris
Ilustrasi (iStock)

Inggris telah menyediakan dana sebesar 744 juta poundsterling untuk bantuan tanggap global dalam mengatasi Covid-19 2. Janji pendanaan untuk target 8 milyar dolar terdiri dari dukungan yang sebelumnya diumumkan yaitu 388 juta Poundsterling untuk vaksin, tes dan perawatan baru.

250 juta poundsterling untuk Koalisi Kesiapsiagaan Inovasi Epidemi, ini adalah kontribusi terbesar dari negara mana pun, untuk penelitian vaksin corona.

40 juta Poundsterling untuk mendukung Global Therapeutics Accelerator, dana untuk pengembangan cepat perawatan virus Corona

Selain itu, ada 23 juta poundsterling untuk mendukung Foundation for Innovative New Diagnostics untuk mengembangkan tes cepat untuk virus guna membantu mengidentifikasi dan memperlambat penyebarannya. 

Dana untuk WHO disedakan 75 juta poundsterling untuk respons sistem kesehatan kritis. Inggris juga menjanjikan setara dengan 330 juta Poundsterling per tahun selama lima tahun ke depan untuk Gavi, Aliansi Vaksin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓