Ledakan Granat dan Kerusuhan di Penjara Venezuela, 46 Orang Meninggal

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 04 Mei 2020, 10:21 WIB
Diperbarui 04 Mei 2020, 10:42 WIB
Ilustrasi penjara

Liputan6.com, Vene- Seorang anggota parlemen oposisi di negara bagian Portuguesa, Venezuela mengatakan setidaknya ada 46 orang tewas akibat kerusuhan di Penjara Los Llanos. 

Perwakilan Majelis Nasional untuk Portugal, Maria Beatriz Martinez mengatakan kepada CNN bahwa puluhan orang lainnya juga terluka dalam kerusuhan yang dimulai sebagai upaya diduga percobaan kabur sejumlah narapidana (napi). 

"Sebuah granat meledak selama upaya percobaan kabur napi," kata Maria seraya menyebut setidaknya satu petugas terluka.

Menurut website organisasi non-pemerintah Venezuela, Venezuelan Prisons Observatory, yang bekerja untuk meningkatkan hak asasi manusia bagi para tahanan, salah satu pengelola penjara yang terluka adalah Direktur penjara, Carlos Toro. Demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (4/5/2020). 

2 dari 3 halaman

Kegagalan Venezuela

Ilustrasi penjara (AFP)
Ilustrasi penjara (AFP)

"Kerusuhan adalah refleksi yang jelas dari kegagalan Venezuela," kata Maria Beatriz Martinez via Twitter.

Kritikan juga ia tujukan kepada Menteri Pengurusan Lembaga Pemasyarakatan Venezuela, Iris Varela terkait rencana reformasi hak asasi manusia di penjara.

Mengutip gisanddata.maps.arcgis.com, jumlah infeksi Virus Corona COVID-19 di venezuela kini tercatat 357 kasus. Data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE merinci bahwa 158 pasien dilaporkan pulih dari infeksi virus jenis baru tersebut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓