1-5-1945: Menteri Propaganda Nazi Mati Bunuh Diri, Ini Kejahatannya

Oleh Tommy Kurnia pada 01 Mei 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 01 Mei 2020, 06:00 WIB
Adolf Hitler ketika memberikan hormat ala Nazi
Perbesar
Adolf Hitler ketika memberikan hormat ala Nazi (AP)

Liputan6.com, Berlin - Hasil keji propaganda dapat terlihat dari kinerja Joseph Goebbels. Ia adalah Menteri Propaganda Nazi yang membuai massa agar bersimpati ke Adolf Hitler. 

Hubungan Goebbels dan Hitler sangatlah dekat. Waktu kematian mereka pun berdekatan dan sama-sama bunuh diri. Ia tewas 75 tahun lalu di Berlin, sehari setelah Hitler bunuh diri. 

Joseph Goebbels adalah salah satu orang paling berpengaruh ketika Hitler berkuasa. Ia sendiri bukan jenderal yang memegang senjata, melainkan tokoh yang merajut narasi lewat media massa. 

Menurut ensiklopedia Brittanica, Goebbels terkenal lihai bersosialisasi. Saat Nazi berkuasa, ia memimpin Kementerian Penerangan Publik dan Propaganda.

Jabatan itu memberinya kekuatan penuh untuk menyebar ideologi Nazi via berbagai media: pidato, pers, sastra, radio, hingga film. 

Joseph Goebbels bukanlah amatiran dalam bidang seni dan sastra. Dia lulus dari Universitas Heidelberg pada 1922 dengan gelar doktor bidang filologi Jerman. Setelahnya, ia aktif di bidang penulisan, aktif sebagai jurnalis, dan menerbitkan buku. 

Meski punya gelar doktor, dia tak ragu memberangus buku yang ia tentang. Ini terjadi ketika ia merestui acara bakar buku di 1933 demi melenyapkan pemikiran yang berlawanan dengan ajaran Nazi.

2 dari 3 halaman

Teori Kebohongan

20170124-Museum-Perang-Dunia-II-Polandia-AP
Perbesar
Pengunjung melintas dilorong bergambarkan bendera Nazi dan Soivet di Museum Perang Dunia 2 di Gdansk, Polandia, 23/1). Museum ini satu-satunya yang merekam sejarah Polandia saat Perang Dunia II. (AP/Czarek Sokolowski)

Sebagai ahli propaganda, Joseph Goebbels menjadi juru film dalam perjalanan politik Hitler dan Partai Nazi. Propaganda yang ia buat sering menjelek-jelekan lawan politiknya.

Propaganda Goebbels kerap menyerang penganut Yahudi yang kemudian dibantai massal oleh Nazi pada Perang Dunia II. Pandangan anti-Yahudi dari Goebbels penuh dengan kekerasan dan prasangka. 

Salah satu ucapan yang sering dikaitkan dengan Joseph Goebbels adalah terkait kebohongan. Ia berkata kebohongan alias hoaks harus sering diulang agar bisa membodohi masyarakat.

Ucapan Goebbels ini sering muncul di media sosial untuk menyindir politikus yang suka berbohong.

"Jika kamu mengucapkan kebohongan yang cukup besar dan terus mengulangnya, rakyat kemudian akan mempercayainya ... Maka sangatah penting bagi Negara untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menekan perbedaan pendapat, pasalnya kebenaran adalah musuh berbahaya bagi kebohongan, dan maka dari itu, kebenaran adalah musuh terbesar Negara."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓