Jumlah Kematian di Italia Akibat Corona COVID-19 Lewati Angka 25 Ribu

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 23 Apr 2020, 08:02 WIB
Diperbarui 23 Apr 2020, 10:24 WIB
Perjuangan Ini Belum Usai
Perbesar
Petugas medis yang bekerja di Rumah Sakit Palang Merah di Wuhan,, China pada 28 Februari 2020. Virus Corona yang bermula di China tengah pada Desember 2019 kini menyebar secara global di mana lima negara terdampak paling besar, yakni Cina daratan, Korea Selatan, Iran, Italia dan Jepang (STR/AFP)

Liputan6.com, Roma - Korban kematian resmi Italia akibat pandemi Corona COVID-19 dilaporkan mencapai 25.000 orang pada Rabu 22 April 2020.

Tetapi jumlah mereka yang saat ini dirawat menurun pada tiga hari belakangan secara berturut-turut karena pemerintah mempertimbangkan sejumlah langkah.

Dengan 437 kematian yang dilaporkan oleh layanan perlindungan sipil selama 24 jam terakhir, korban resmi negara yang terletak di kawasan Mediterania ini selama dua bulan terakhir naik menjadi 25.085 -- tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Namun demikian, sebagian besar dokter percaya bahwa jumlah sebenarnya Italia jauh lebih tinggi, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (23/4/2020)

Itu diprediksi lantaran sebagian besar kematian di rumah perawatan tidak dihitung dan jumlah orang yang meninggal di luar rumah sakit tidak diketahui.

Penurunan jumlah kasus Virus Corona dengan penurunan jumlah orang yang menerima perawatan intensif ke level terendah sejak 18 Maret lalu.

Perdana Menteri Giuseppe Conte telah berjanji untuk menguraikan rencananya dalam pertempuran Italia melawan Virus Corona pada akhir minggu ini.

Dia bertemu dengan para pemimpin regional dan serikat pekerja pada Rabu kemarin untuk mempersiapkan kemungkinan pelonggaran beberapa langkah paling ketat.

Kuncian nasional atau lockdown di Italia adalah yang terpanjang hingga saat ini. Di mana, pemerintah telah menerapkan aturan lockdown sejak 9 Maret 2020.

2 dari 3 halaman

Kasus Kematian di AS Nyaris 2 Kali Lipat dari Italia

FOTO: Kasus Corona COVID-19 Global Tembus 2 Juta Pasien
Perbesar
Pasien dan petugas medis memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 di luar NYU Langone Medical Center, New York, Amerika Serikat, Senin (13/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 global sudah menembus dua juta pasien. (AP Photo/John Minchillo)

Kematian warga Amerika Serikat akibat pandemi Virus Corona COVID-19 mencapai 46.000 orang pada Rabu, 22 April 2020.

Dikutip dari laman Channel News Asia, angka kasus pada hari Rabu nyaris sama dengan jumlah kematian yang terjadi pada Selasa, 21 April.

Sebuah penelitian di University of Washington, yang sering dikutip oleh Gedung Putih, memproyeksikan total kematian bisa mencapai 66.000 akibat Virus Corona di AS pada 4 Agustus 2020.

Penelitian ini dilakukan oleh University of Washington setelah melakukan revisi yang sebelumnya mereka perkirakan sekitar 60.000 kematian.

Pada tingkat saat ini, kematian AS saja sudah nyaris mencapai 50.000 pada akhir pekan ini.

Kematian pertama warga AS akibat Corona COVID-19 terjadi beberapa minggu lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut pejabat kesehatan daerah California yang melakukan dua otopsi.

Kematian AS pertama terjadi pada 6 Februari, bukannya 29 Februari, demikian laporan dari otoritas setempat.

Dalam minggu-minggu sejak itu, angka kematian AS telah melonjak ke tertinggi di dunia.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓