KBRI Roma Fasilitasi Kepulangan ABK WNI dari Italia dan Malta, Imbas Krisis Corona

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 22 Apr 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 16:42 WIB
Esti Andayani, Duta Besar RI untuk Italia, Ciprus, Malta dan San Marino dalam acara webinar bersama para Dubes RI wanita pada Selasa 21 April 2020.
Perbesar
Esti Andayani, Duta Besar RI untuk Italia, Ciprus, Malta dan San Marino dalam acara webinar bersama para Dubes RI wanita pada Selasa 21 April 2020.

Liputan6.com, Roma - Sejumlah perusahaan kapal pesiar di wilayah Italia dan sekitarnya telah memutuskan untuk memulangkan para ABK nya, termasuk para WNI di antaranya. Hal ini tentu merupakan salah satu dampak dari adanya pandemi Corona COVID-19. 

Khusus untuk ABK di Italia, mereka terdiri dari kru yang bekerja di kapal pesiar sedangkan untuk di wilayah Malta, yang berjarak hampir 700 km dari Roma, mereka adalah nelayan yang bekerja di kapal ikan. 

Para ABK dari kapal pesiar terdiri tidak hanya laki-laki, namun juga banyak perempuan. 

Terkait bantuan yang diberikan oleh pihak KBRI Roma, perbedaan pekerjaan di kedua wilayah pun membuat pihak KBRI menyalurkan bantuan dalam bentuk yang berbeda pula. 

"Di Malta, tempatnya yang sangat jauh dari KBRI, menyebabkan kita harus bekerja sama erat dengan International Transportation Federation, kooperasi kapal nelayan di Malta dan juga korps diplomatik di sana," papar Dubes Esti. 

Status lockdown yang telah diterapkan, baik di wilayah Malta maupun Roma, membuat proses kepulangan para ABK WNI menjadi lebih sulit. 

Pihak KBRI Roma dengan korps diplomatik Malta pun bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri setempat untuk bisa memberlakukan masa izin tinggal yang lebih panjang dan dengan pihak perusahaan kapal untuk bisa memperkerjakan mereka kembali selama sementara waktu. 

2 dari 3 halaman

ABK WNI di Wilayah Italia

Proses pemulangan ABK WNI di wilayah Italia oleh KBRI Roma.
Perbesar
Proses pemulangan ABK WNI di wilayah Italia oleh KBRI Roma. (Dok: KBRI Roma)

Sedangkan untuk ABK WNI di wilayah Italia, ada sebanyak 10 kapal pesiar dengan total 953 ABK WNI. 

Dalam proses pemulangannya, KBRI Roma bekerja sama secara erat dengan perusahaan kapal, pemerintah Italia serta otoritas bandara Indonesia. 

Proses pemulangan ABK WNI di wilayah Italia oleh KBRI Roma. (Dok: KBRI Roma)

"Ini semua tidak bisa begitu saja memulangkan saat perusahaan ingin memulangkan mereka. Ada prosedur dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan WHO dan harus diikuti, terutama kapal pesiar yang sudah pernah terdampak COVID-19," kata Dubes Esti. 

Menurut laporan Dubes Esti, para ABK WNI harus melewati karantina selama 14 hari dan menjalani rapid tes sebanyak tiga kali hingga swab test atau PCR, dan tentunya harus dinyatakan negatif. 

Selama proses karantina, KBRI Roma pun terus menyalurkan bantuan kepada mereka berupa masker, hand sanitizer hingga kebutuhan pokok termasuk air yang dilaporkan sulit didapat. 

Proses penyaluran bantuan terhadap ABK WNI selama menjalani masa karantina di Italia oleh KBRI Roma. (Dok: KBRI Roma)

Walaupun melalui proses sulit, KBRI Roma telah berhasil memulangkan 540 WNI, baik dari Milan, Malpensa maupun dari Roma. 

Kepulangan ini dilakukan sebagian dengan pesawat komersial dan juga ada yang menggunakan pesawat charter. Tentunya, seluruhnya tetap sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Secara spesifik dari angka tersebut pada 5 April, KBRI Roma memulangkan lebih dari 217 kru dengan pesawat charter dan pada 14 April 7 orang kru yang sebelumnya dinyatakan positif, namun kemudian berhasil sembuh setelah menjalani perawatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓