Ekuador Kewalahan Hadapi Lonjakan Pasien Meninggal Akibat Corona COVID-19

Oleh Hariz Barak pada 19 Apr 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2020, 07:00 WIB
Kardus untuk Jenazah Korban COVID-19

Liputan6.com, Quito - Jumlah korban resmi virus corona di Ekuador adalah 403, tetapi angka-angka baru dari satu provinsi menunjukkan ribuan telah meninggal.

Pemerintah mengatakan, 6.700 orang tewas di provinsi Guayas dalam dua minggu pertama April, jauh lebih banyak daripada 1.000 kematian di sana dalam periode yang sama, demikian seperti dikutip dari BBC, Minggu (19/4/2020).

Guayas adalah rumah bagi Guayaquil - kota terbesar di Ekuador, negara Amerika Selatan yang paling terpukul oleh virus corona.

Rekaman yang diperoleh oleh BBC menunjukkan warga dipaksa untuk menyimpan mayat di rumah mereka hingga lima hari.

Mereka mengatakan pihak berwenang tidak dapat mengimbangi kenaikan besar kematian, meninggalkan mayat terbungkus selimut di rumah keluarga dan bahkan di jalanan.

Pihak berwenang pekan lalu mulai mendistribusikan ribuan peti mati kardus di Guayaquil. Saluran bantuan khusus juga disiapkan untuk keluarga yang membutuhkan jenazah yang dipindahkan dari rumah mereka.

Jorge Wated, kepala unit kepolisian yang dibentuk untuk mengatasi masalah tersebut, mengatakan awal pekan ini bahwa 771 mayat telah dipindahkan dari rumah-rumah di kota.

Menurut angka pemerintah, 14.561 orang telah tewas di provinsi Guayas sejak awal Maret karena semua sebab. Provinsi ini biasanya melihat 2.000 kematian per bulan rata-rata.

Ekuador secara keseluruhan telah memiliki 8.225 kasus yang dikonfirmasi dari virus corona sampai saat ini, menurut Johns Hopkins University, meskipun kurangnya pengujian yang meluas berarti kemungkinan jumlahnya bisa lebih banyak dari angka yang telah diumumkan.

 

2 dari 3 halaman

Kata Pemerintah Ekuador

FOTO: Ngeri, Jenazah Korban Corona Terlantar di Jalanan Ekuador
Seorang pria melihat ke arah jenazah yang tergeletak selama tiga hari di luar sebuah klinik di Guayaquil, Ekuador, Jumat (3/4/2020). Di Guayaquil, banyak dijumpai jenazah korban virus corona COVID-19 yang terlantar di jalanan. (Str/Marcos Pin/AFP)

Wakil Presiden Ekuador, Otto Sonnenholzer, meminta maaf kepada negara awal bulan ini atas tanggapan lambat pemerintah terhadap pandemi.

"Kami telah melihat gambar-gambar yang seharusnya tidak pernah terjadi, dan sebagai pelayan publik saya, saya minta maaf," kata Sonnenholzer.

Guayaquil berpenduduk padat dan memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, dengan banyak penduduk yang tinggal berdekatan.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓