Gates Foundation Berhasil Galang Dana Rp 3,9 Triliun Untuk Atasi Corona COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 16 Apr 2020, 08:02 WIB
Diperbarui 16 Apr 2020, 09:09 WIB
Melinda Gates
Perbesar
Melinda Gates (foto: Bill Melinda Gates Foundation)

Liputan6.com, New York - Melinda Gates, istri dari salah satu orang terkaya di dunia Bill Gates menyampaikan kritiknya terhadap pemerintah Amerika Serikat yang menghentikan dana bantuan pada Badan Kesehatan Dunia (WHO).

"Menarik dana dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah langkah berbahaya dan tidak masuk akal ketika dunia menghadapi krisis kesehatan yang dibawa oleh pandemi Corona COVID-19," kata Melinda Gates.

Baru-baru ini, The Bill & Melinda Gates Foundation berhasil menggalang dana tambahan sebensar US$ 150 juta atau setara Rp 2,3 triliun.

Sehingga, dana yang berhasil digalang oleh yayasan ini berjumlah US$ 250 juta atau setara dengan Rp 3,9 triliun, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (16/4/2020).

"Menurunkan dana WHO sama sekali tidak masuk akal selama pandemi Corona COVID-19. Kami membutuhkan tanggapan terkoordinasi global," jelas Melinda.

Presiden Donald Trump pada Selasa mengumumkan penghentian pendanaan Amerika Serikat untuk WHO. Trump menilai jika WHO telah gagal dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Trump juga menuding jika WHO lebih berat sebelah pada China, sementara AS meyakini jika dari Wuhan virus pertama kali berasal.

Gates Foundation adalah donor terbesar kedua bagi WHO di belakang Amerika Serikat. Melinda Gates mengatakan sebelumnya bahwa memotong dana WHO dalam krisis kesehatan adalah hal yang sangat berbahaya.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada hari Rabu bahwa ia menyesali keputusan Donald Trump.

2 dari 3 halaman

Lebih dari 2 Juta Warga Dunia Positif Corona COVID-19

Liputan 6 default 5
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Menurut data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University, jumlah warga dunia yang terinfeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia melewati dua juta kasus.

Sekitar 10 hari yang lalu jumlah kasus tercatat satu juta orang. Kini, jumlahnya benar-benar naik drastis.

Dikutip dari laman BussinesInsider, Johns Hopkins University mencatat bahwa terjadi peningkatan sekitar 70.000-100.000 kasus setiap hari selama seminggu terakhir.

Mereka yang meninggal akibat COVID-19 atau komplikasi yang berkaitan dengan penyakit ini sekarang berjumlah lebih dari 128.000.

Namun, angka itu adalah minimal: Banyak kemungkinan kematian akibat Virus Corona termasuk jumlah yang belum diketahui secara resmi oleh pemerintah di setiap negara.

Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah kasus Virus Corona terbanyak sejauh ini. Lebih dari 600 ribu orang terinfeksi sejak Rabu, 15 April 2020 pagi.

Tercatat ada 26 ribu lebih kematian dan sepertiga kematian terjadi di negara bagian New York.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓